Home / NTB

Ternyata ini Misi Program ‘Desa Berdaya’ yang Dicanangkan Pemprov NTB!

Jumat, 6 Juni 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program 'Desa Berdaya' NTB hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat desa.

Program 'Desa Berdaya' NTB hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat desa.

SULUHNTB.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah bersiap meluncurkan program unggulan bertajuk ‘Desa Berdaya’ sebagai bentuk intervensi terpadu terhadap persoalan kekerasan perempuan dan anak yang kian marak terjadi di tingkat desa.

Program ini diinisiasi sebagai bagian dari visi besar Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri, untuk menangani berbagai permasalahan sosial secara terintegrasi—mulai dari kemiskinan ekstrem, kesehatan, pendidikan, digitalisasi desa, hingga isu kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kita harapkan ini bisa menjadi salah satu langkah pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan maupun perlindungan terhadap anak,” ujar H. Yusron Hadi, S.T., M.UM, Kepala Dinas Kominfotik NTB, saat hadir dalam Talkshow Bincang Kamisan di Command Center Kantor Gubernur NTB, Kamis 5 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan Kekerasan Perempuan dan Anak di NTB

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTB terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Ratusan laporan masuk setiap tahunnya, dengan bentuk kekerasan yang mencakup fisik, seksual, hingga psikologis. Dalam konteks ini, pendekatan dari hulu ke hilir menjadi krusial, terutama di level komunitas atau desa.

Joko Jumadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, mengungkapkan bahwa faktor ekonomi bukan satu-satunya penyebab tingginya angka kekerasan.

“Maraknya kasus pada perempuan dan anak seringkali tidak hanya disebabkan oleh permasalahan ekonomi semata, tetapi juga seringkali disebabkan oleh pola asuh dan tidak berhasilnya pendidikan di tingkat keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga :  APBD Perubahan 2024, Asisten III: Harapan Kelancaran Sesuai Aspirasi Bersama Legislatif

Ia juga menegaskan pentingnya sistem perlindungan yang komprehensif, dari pencegahan, pengurangan risiko, hingga penanganan kasus secara tuntas.

“PR kita adalah bagaimana membangun sistem yang komprehensif, intervensif, dan berkelanjutan,” tambahnya.

‘Desa Berdaya’: Intervensi Strategis dari Akar Rumput

‘Desa Berdaya’ menjadi salah satu program prioritas yang dirancang untuk mengakselerasi solusi di tingkat desa, dengan tujuan membangun ekosistem yang aman bagi perempuan dan anak. Melalui program ini, berbagai kegiatan lintas sektor akan disinergikan: dari layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga edukasi tentang hak anak dan kesetaraan gender.

Prof. Atun Wardatun, M.Ag., MA., Ph.D, Guru Besar Hukum Keluarga Islam UIN Mataram, menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak harus menjadi fokus utama jika NTB ingin mencapai visinya.

“Tanpa intervensi yang terukur dan terarah terhadap perlindungan perempuan dan anak, maka visi misi NTB Makmur Mendunia tidak akan bisa tercapai,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan multisektor menjadi keharusan, namun tetap membutuhkan satu lembaga sebagai pengarah agar intervensi tidak tumpang tindih.

Oleh karena itu, Prof. Atun menekankan urusan perempuan dan anak bukan urusan satu lembaga semata, dibutuhkan intervensi lintas sektoral. “Namun tetap membutuhkan leading sektor agar gerakannya lebih terukur dan terencana,” jelasnya.

Kolaborasi Multisektor dan Peran DP3AP2KB

Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak dari DP3AP2KB NTB, Sri Wahyuni, S.IP, mengapresiasi hadirnya program Desa Berdaya sebagai bentuk penguatan sistem.

“Selama ini kami terus bertempur dengan berbagai kekurangan yang ada untuk berjuang mengentaskan berbagai kasus kekerasan perempuan dan anak yang ada di Provinsi NTB,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Apresiasi BASANTB WIKI, Dorong Pemuda Jadi Motor Perubahan Sosial

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai stakeholder—baik pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat.

Program ini diyakini akan menjadi titik balik dalam menciptakan sistem perlindungan yang kuat dan menyeluruh, dengan desa sebagai pusat intervensi awal.

Mendorong Desa Menjadi Wilayah Ramah Perempuan dan Anak

Program ‘Desa Berdaya’ selaras dengan konsep Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang juga diusung oleh pemerintah pusat. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, desa-desa di NTB diarahkan untuk tidak hanya menjadi mandiri secara ekonomi, tetapi juga aman, nyaman, dan inklusif untuk seluruh warganya.

Salah satu strategi yang dikembangkan adalah mengoptimalkan penggunaan dana desa untuk memperkuat layanan berbasis masyarakat, termasuk rumah aman, pusat pengaduan cepat, dan pelatihan orang tua dalam pola asuh positif.

Menuju NTB Makmur dan Bebas Kekerasan

‘Desa Berdaya’ bukan hanya program pemberdayaan semata, melainkan platform transformasi sosial yang menempatkan desa sebagai pusat perubahan. Dengan intervensi yang tepat, dukungan regulasi, dan sinergi lintas sektor, NTB memiliki peluang besar untuk menghapus lingkaran kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dengan implementasi yang konsisten dan berkelanjutan, program ini akan menjadi contoh model pembangunan daerah yang responsif gender dan ramah anak. Ke depan, ‘Desa Berdaya’ diharapkan mampu menjadi percontohan nasional dalam mewujudkan desa yang inklusif, aman, dan bebas dari kekerasan. (***)

 

Penulis : SN-07

Editor : SuluhNTB Editor

Berita Terkait

Ratusan Warga NTB Antusias Ikuti Pelatihan Paralegal ADVOKAI
RSUP NTB Berbenah Total, Siap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan Indonesia Timur
Perda Pajak NTB Disahkan, Pemprov Target Tambahan PAD Rp160 Miliar
Kesehatan NTB Melonjak! Stunting Turun Drastis, Jutaan Warga Diburu Program Cek Kesehatan Gratis
Alih Fungsi Lahan Di NTB Tak Terkendali, Politisi PDIP Desak Pemerintah Segera Stop Izin
Lepas Atribut Pejabat di Gawe Sosial Masbagik, Gubernur Iqbal: Saya Datang Sebagai Keluarga
Gubernur Pimpin Ratas hingga Malam: BTT Siap Percepat Penanganan Kerusakan Pascabencana
Gubernur NTB Perintahkan Penanganan Cepat Banjir di Lombok Barat dan Lombok Tengah

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Ratusan Warga NTB Antusias Ikuti Pelatihan Paralegal ADVOKAI

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:50 WIB

RSUP NTB Berbenah Total, Siap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan Indonesia Timur

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:45 WIB

Perda Pajak NTB Disahkan, Pemprov Target Tambahan PAD Rp160 Miliar

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:44 WIB

Kesehatan NTB Melonjak! Stunting Turun Drastis, Jutaan Warga Diburu Program Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 16 April 2026 - 17:31 WIB

Alih Fungsi Lahan Di NTB Tak Terkendali, Politisi PDIP Desak Pemerintah Segera Stop Izin

Berita Terbaru