SULUHNTB.COM – Di bawah bimbingan Dr. Amrullah, M.Pd., mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram 2026 menghadirkan inovasi berupa Niraya, sirup gula aren berbasis potensi lokal Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.
Produk olahan aren masih menghadapi sejumlah kendala. Mulai dari keterbatasan teknologi pengolahan, kemasan yang belum menarik, hingga strategi pemasaran yang belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Kondisi tersebut membuat nilai jual produk aren relatif rendah meski bahan bakunya melimpah di Desa Kekait.
Karena itu, mahasiswa KKN-PMD Unram mengembangkan Niraya sebagai bentuk diversifikasi olahan aren agar memiliki nilai tambah dan lebih mudah diterima oleh konsumen modern. Niraya mengubah komoditas tradisional menjadi minuman siap konsumsi dengan kemasan yang lebih praktis, modern, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Produk tersebut pertama kali diperkenalkan pada 31 Juli 2026, setelah melalui uji masa simpan pada suhu ruang sejak 4 Juli 2026. Pengujian dilakukan dengan mengamati perubahan warna, aroma, rasa, tingkat kekentalan, serta kondisi kemasan selama penyimpanan. Hasil pengamatan menunjukkan produk tetap berada dalam kondisi baik sehingga dinilai layak untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Setelah melalui tahapan tersebut, Niraya resmi diperkenalkan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pengenalan Produk Niraya bertempat di Aula Kantor Desa Kekait pada 31 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting sekaligus penutup rangkaian program KKN-PMD Universitas Mataram di desa tersebut.
Pemilihan gula aren sebagai bahan utama Niraya didasarkan pada potensi tanaman aren yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Selama ini, nira aren umumnya dimanfaatkan untuk menghasilkan gula cetak atau produk tradisional lainnya yang memiliki masa simpan relatif singkat. Melalui Niraya, bahan tersebut diolah menjadi sirup yang dapat digunakan sebagai pemanis minuman, campuran makanan, maupun konsumsi rumah tangga dengan waktu simpan lebih panjang.
Adapun pengolahan gula aren menjadi sirup menawarkan sejumlah keunggulan yang di antaranya adalah: produk dalam bentuk cair lebih mudah digunakan, dikemas dan dipasarkan, sirup dapat dikembangkan dengan berbagai varian rasa sehingga mampu menjangkau selera konsumen yang lebih luas, serta mengatasi kekhawatiran mengenai umur penyimpanan produk olahan dari nira.
Dalam pengembangannya, Niraya menghadirkan beberapa varian rasa, di antaranya original, jahe dan vanila. Di samping varian original, kedua varian lainnya menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen karena memberikan karakter rasa dan aroma yang berbeda dari sirup gula aren pada umumnya. Varian jahe menawarkan sensasi hangat dan aroma rempah, sedangkan varian vanila memberikan rasa manis dengan aroma lembut yang lebih familiar bagi konsumen.
Setelah diperkenalkan, Niraya kemudian dipasarkan kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day di Udayana pada 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat sekaligus memperoleh tanggapan dari konsumen.
Respons masyarakat sangat positif. Antusiasme pengunjung terlihat dari stan Niraya yang selalu ramai dan keinginan mereka untuk mencoba dan membeli produk tersebut. Dari tiga varian yang diperkenalkan, rasa jahe dan vanila menjadi pilihan yang paling diminati, menunjukkan bahwa inovasi cita rasa mampu meningkatkan daya tarik produk olahan gula aren.
Niraya hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan bentuk sirup, produk ini memiliki peluang untuk dipasarkan secara lebih luas, baik melalui kegiatan bazar, Car Free Day, toko oleh-oleh, maupun platform digital.
Pengembangan produk berbasis aren juga memiliki potensi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat Desa Kekait. Jika terus dikembangkan, Niraya dapat menjadi contoh produk yang menghubungkan potensi hasil alam, kreativitas mahasiswa, dan peluang ekonomi masyarakat. Produk ini juga dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mempelajari proses pengolahan, pengemasan, branding, hingga pemasaran.
Keberhasilan Niraya menarik minat masyarakat di Car Free Day Udayana menjadi langkah awal untuk pengembangan produk ke tahap berikutnya. Respons positif terhadap varian jahe dan vanilla menunjukkan bahwa konsumen memiliki ketertarikan terhadap inovasi olahan gula aren dengan cita rasa yang beragam.
Ke depan, Niraya masih dapat dikembangkan melalui penyempurnaan formula, desain kemasan, ukuran produk, strategi pemasaran, serta kelengkapan legalitas usaha. Pengembangan tersebut penting agar Niraya dapat dipasarkan secara berkelanjutan dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Lebih dari sekadar produk hasil program KKN, Niraya diharapkan mampu menjadi simbol pemanfaatan potensi lokal Desa Kekait. Kehadirannya menunjukkan bahwa komoditas desa dapat diolah menjadi produk inovatif yang memiliki daya saing apabila didukung oleh kreativitas, pendampingan, dan strategi pemasaran yang tepat.
Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha berbasis potensi desa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi produk pangan lokal, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Mataram dan masyarakat Desa Kekait dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis inovasi.
Dengan cita rasa khas gula aren serta varian jahe dan vanila yang diminati konsumen, Niraya memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan berbasis potensi lokal. Produk ini sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan KKN dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.**
Penulis : SN-4
Editor : SuluhNTB Editor
Sumber Berita: Release Mahasiswa KKN-PMD Unram Desa Kekait 2026










































