Niraya, Inovasi KKN-PMD Universitas Mataram untuk Tingkatkan Nilai Tambah Aren Desa Kekait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KKN-PMD Unram Kenalkan Niraya kepada Masyarakat (Dok. KKN-PMD Unram 2026)

KKN-PMD Unram Kenalkan Niraya kepada Masyarakat (Dok. KKN-PMD Unram 2026)

SULUHNTB.COM – Di bawah bimbingan Dr. Amrullah, M.Pd., mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram 2026 menghadirkan inovasi berupa Niraya, sirup gula aren berbasis potensi lokal Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Produk olahan aren masih menghadapi sejumlah kendala. Mulai dari keterbatasan teknologi pengolahan, kemasan yang belum menarik, hingga strategi pemasaran yang belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Kondisi tersebut membuat nilai jual produk aren relatif rendah meski bahan bakunya melimpah di Desa Kekait.

Karena itu, mahasiswa KKN-PMD Unram mengembangkan Niraya sebagai bentuk diversifikasi olahan aren agar memiliki nilai tambah dan lebih mudah diterima oleh konsumen modern. Niraya mengubah komoditas tradisional menjadi minuman siap konsumsi dengan kemasan yang lebih praktis, modern, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Produk tersebut pertama kali diperkenalkan pada 31 Juli 2026, setelah melalui uji masa simpan pada suhu ruang sejak 4 Juli 2026. Pengujian dilakukan dengan mengamati perubahan warna, aroma, rasa, tingkat kekentalan, serta kondisi kemasan selama penyimpanan. Hasil pengamatan menunjukkan produk tetap berada dalam kondisi baik sehingga dinilai layak untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Niraya Ramaikan Car Free Day Udayana (Dok. KKN-PMD Unram 2026)

Setelah melalui tahapan tersebut, Niraya resmi diperkenalkan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pengenalan Produk Niraya bertempat di Aula Kantor Desa Kekait pada 31 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting sekaligus penutup rangkaian program KKN-PMD Universitas Mataram di desa tersebut.

Pemilihan gula aren sebagai bahan utama Niraya didasarkan pada potensi tanaman aren yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Selama ini, nira aren umumnya dimanfaatkan untuk menghasilkan gula cetak atau produk tradisional lainnya yang memiliki masa simpan relatif singkat. Melalui Niraya, bahan tersebut diolah menjadi sirup yang dapat digunakan sebagai pemanis minuman, campuran makanan, maupun konsumsi rumah tangga dengan waktu simpan lebih panjang.

Baca Juga :  KKN-PPM Melodi Aikmel: 50 Hari Pengabdian Mahasiswa UGM Menggerakkan Perubahan di Aikmel, Lombok Timur

Adapun pengolahan gula aren menjadi sirup menawarkan sejumlah keunggulan yang di antaranya adalah: produk dalam bentuk cair lebih mudah digunakan, dikemas dan dipasarkan, sirup dapat dikembangkan dengan berbagai varian rasa sehingga mampu menjangkau selera konsumen yang lebih luas, serta mengatasi kekhawatiran mengenai umur penyimpanan produk olahan dari nira.

Dalam pengembangannya, Niraya menghadirkan beberapa varian rasa, di antaranya original, jahe dan vanila. Di samping varian original, kedua varian lainnya menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen karena memberikan karakter rasa dan aroma yang berbeda dari sirup gula aren pada umumnya. Varian jahe menawarkan sensasi hangat dan aroma rempah, sedangkan varian vanila memberikan rasa manis dengan aroma lembut yang lebih familiar bagi konsumen.

Setelah diperkenalkan, Niraya kemudian dipasarkan kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day di Udayana pada 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat sekaligus memperoleh tanggapan dari konsumen.

Respons masyarakat sangat positif. Antusiasme pengunjung terlihat dari stan Niraya yang selalu ramai dan keinginan mereka untuk mencoba dan membeli produk tersebut. Dari tiga varian yang diperkenalkan, rasa jahe dan vanila menjadi pilihan yang paling diminati, menunjukkan bahwa inovasi cita rasa mampu meningkatkan daya tarik produk olahan gula aren.

Niraya hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan bentuk sirup, produk ini memiliki peluang untuk dipasarkan secara lebih luas, baik melalui kegiatan bazar, Car Free Day, toko oleh-oleh, maupun platform digital.

Pengembangan produk berbasis aren juga memiliki potensi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat Desa Kekait. Jika terus dikembangkan, Niraya dapat menjadi contoh produk yang menghubungkan potensi hasil alam, kreativitas mahasiswa, dan peluang ekonomi masyarakat. Produk ini juga dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mempelajari proses pengolahan, pengemasan, branding, hingga pemasaran.

Baca Juga :  Harumkan Nama Kampus, Dua Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unram Raih 6 Penghargaan Nasional

Keberhasilan Niraya menarik minat masyarakat di Car Free Day Udayana menjadi langkah awal untuk pengembangan produk ke tahap berikutnya. Respons positif terhadap varian jahe dan vanilla menunjukkan bahwa konsumen memiliki ketertarikan terhadap inovasi olahan gula aren dengan cita rasa yang beragam.

Ke depan, Niraya masih dapat dikembangkan melalui penyempurnaan formula, desain kemasan, ukuran produk, strategi pemasaran, serta kelengkapan legalitas usaha. Pengembangan tersebut penting agar Niraya dapat dipasarkan secara berkelanjutan dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Lebih dari sekadar produk hasil program KKN, Niraya diharapkan mampu menjadi simbol pemanfaatan potensi lokal Desa Kekait. Kehadirannya menunjukkan bahwa komoditas desa dapat diolah menjadi produk inovatif yang memiliki daya saing apabila didukung oleh kreativitas, pendampingan, dan strategi pemasaran yang tepat.

Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha berbasis potensi desa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi produk pangan lokal, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Mataram dan masyarakat Desa Kekait dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis inovasi.

Dengan cita rasa khas gula aren serta varian jahe dan vanila yang diminati konsumen, Niraya memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan berbasis potensi lokal. Produk ini sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan KKN dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.**

Penulis : SN-4

Editor : SuluhNTB Editor

Sumber Berita: Release Mahasiswa KKN-PMD Unram Desa Kekait 2026

Berita Terkait

KKN-PPM Melodi Aikmel: 50 Hari Pengabdian Mahasiswa UGM Menggerakkan Perubahan di Aikmel, Lombok Timur
Sinergi KKN Tematik Unram dan BPOM Perkuat Program Desa Sadar Keamanan Pangan Serta Legalitas UMKM di Desa Bug-Bug
Jaga Kelestarian Bukit Pergasingan, KKN PMD Unram Gelar Aksi Clean Up Dukung SDG 11 dan SDG 15
Program KKN Universitas Mataram Dorong Pengembangan UMKM di Desa Pemenang Timur melalui Legalitas dan Pemasaran Digital
Mahasiswa KPS FHISIP Unram Sukses Laksanakan PBSM 2026 di Desa Gumantar
KPS FHISIP Unram Turun ke Desa, Bawa Program Hukum dan Penguatan Potensi Lokal Gumantar
Prof Sukardi Menang Telak, Terpilih sebagai Rektor Unram Periode 2026–2030
Harumkan Nama Kampus, Dua Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unram Raih 6 Penghargaan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Niraya, Inovasi KKN-PMD Universitas Mataram untuk Tingkatkan Nilai Tambah Aren Desa Kekait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:30 WIB

KKN-PPM Melodi Aikmel: 50 Hari Pengabdian Mahasiswa UGM Menggerakkan Perubahan di Aikmel, Lombok Timur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Sinergi KKN Tematik Unram dan BPOM Perkuat Program Desa Sadar Keamanan Pangan Serta Legalitas UMKM di Desa Bug-Bug

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jaga Kelestarian Bukit Pergasingan, KKN PMD Unram Gelar Aksi Clean Up Dukung SDG 11 dan SDG 15

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:48 WIB

Program KKN Universitas Mataram Dorong Pengembangan UMKM di Desa Pemenang Timur melalui Legalitas dan Pemasaran Digital

Berita Terbaru