Rupiah Lemah, Indonesia Bisa Maju?

Catatan Tangan Kanan Wiedmust

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi sebagian orang, mata uang lemah terdengar seperti tanda negara sedang bermasalah.

Padahal dalam dunia ekonomi, ceritanya tidak sesederhana itu.

Beberapa negara justru sengaja menjaga mata uangnya tetap “murah” agar produk mereka lebih laku di pasar dunia. China melakukan itu selama bertahun-tahun. Vietnam juga menjaga mata uangnya tetap kompetitif demi menarik industri dan investasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan Presiden Donald Trump pernah beberapa kali mengeluhkan dolar Amerika yang terlalu kuat karena membuat barang produksi Amerika menjadi mahal di pasar internasional.

Ekonom besar dunia seperti John Maynard Keynes sejak lama percaya bahwa ekspor adalah salah satu mesin pertumbuhan ekonomi. Dalam praktiknya, mata uang yang tidak terlalu mahal sering dianggap membantu industri ekspor tetap hidup.

Baca Juga :  Terimakasih Prof Ali

Namun ada satu hal penting yang sering dilupakan: mata uang lemah hanya efektif kalau negara itu memang punya industri kuat.

Paul Krugman pernah menjelaskan bahwa keberhasilan negara-negara Asia Timur bukan semata karena kurs mata uangnya, tetapi karena mereka memiliki produktivitas, manufaktur, teknologi, dan kapasitas produksi besar.

Artinya, pelemahan mata uang tanpa industri yang kuat hanya akan membuat barang impor makin mahal.

Dan di sinilah posisi Indonesia menjadi unik.

Indonesia memang kaya sumber daya alam. Tapi di saat yang sama, Indonesia masih bergantung pada impor: gandum, kedelai, BBM, LPG, mesin industri, hingga bahan baku pabrik.

Akibatnya, ketika rupiah melemah:

– harga kebutuhan ikut naik,

– biaya produksi meningkat,

– daya beli masyarakat melemah.

Baca Juga :  NARASI: Bangkitnya Kelas Menengah, Kurva Gajah

Ekonom Indonesia Chatib Basri berkali-kali mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa begitu saja meniru strategi China karena struktur ekonominya berbeda.

Karena itu, tujuan Indonesia seharusnya bukan sekadar mengejar rupiah kuat atau rupiah lemah.

Yang lebih penting adalah:

– membangun industri,

– mengurangi ketergantungan impor,

– memperkuat ekspor bernilai tambah,

– dan menjaga stabilitas ekonomi.

Sebab pada akhirnya, kurs hanyalah alat.
Yang menentukan maju atau tidaknya sebuah negara adalah kemampuan rakyatnya memproduksi sesuatu yang dibutuhkan dunia.

China tidak kuat hanya karena yuan.
Amerika tidak besar hanya karena dolar.
Dan Indonesia tidak akan maju hanya karena rupiah naik atau turun.

Negara maju lahir dari industri yang hidup, produktivitas yang tumbuh, dan keberanian membangun kekuatan ekonominya sendiri.***

 

Penulis : Wiedmust

Editor : Suluh NTB Editor

Berita Terkait

Prabowo, Blunder, atau Strategi Pemetaan Barisan?
“Sejarah Bukan Kutukan: Dekonstruksi Mitos Guru Dane dalam Membaca Korupsi Lombok Barat”
Keributan Itu Tidak Lahir dalam Semalam
Powerless Society dan Pragmatisme Politik dalam Pemilihan Kepala Desa
NARASI : Partai Politik dan Negara, Ketika Demokrasi Kehilangan Arah
Iqbal-Dinda: Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem di NTB
NARASI: Bangkitnya Kelas Menengah, Kurva Gajah
Politik NTB Masuk Fase Regenerasi, Pilkada 2029 Bakal Jadi Arena Perburuan Pemimpin Baru

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Prabowo, Blunder, atau Strategi Pemetaan Barisan?

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:25 WIB

“Sejarah Bukan Kutukan: Dekonstruksi Mitos Guru Dane dalam Membaca Korupsi Lombok Barat”

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:27 WIB

Keributan Itu Tidak Lahir dalam Semalam

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:48 WIB

Powerless Society dan Pragmatisme Politik dalam Pemilihan Kepala Desa

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:51 WIB

NARASI : Partai Politik dan Negara, Ketika Demokrasi Kehilangan Arah

Berita Terbaru

INFORIAL

Pengumuman Rencana Kegiatan PT Bintang Perdana Gemilang

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:30 WIB

NARASI

Prabowo, Blunder, atau Strategi Pemetaan Barisan?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:11 WIB