SULUHNTB.COM – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Mataram mulai mengakselerasi penguatan struktur internal dengan membentuk Dewan Pengurus Ranting Tingkat Kelurahan (DPRT) di seluruh 50 kelurahan.
Langkah ini diposisikan sebagai strategi kunci untuk memperluas jaringan partai hingga ke level paling bawah, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda yang selama ini belum terlibat dalam aktivitas politik praktis.
Ketua DPD PSI Kota Mataram, Lalu Mustiarep, menegaskan bahwa keberadaan DPRT tidak sekadar menjadi pelengkap struktur organisasi, melainkan akan berperan aktif di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“DPRT adalah ujung tombak. Mereka akan hadir langsung di tengah warga, mendengar persoalan di gang-gang, dan membawa solusi nyata. Ini bukan politik papan reklame,” ujarnya.
Dalam proses rekrutmen, PSI Mataram secara khusus membidik kalangan muda seperti mahasiswa, pelaku UMKM, aktivis komunitas, hingga konten kreator lokal. Segmentasi ini dinilai penting untuk menghadirkan pendekatan politik yang lebih segar dan responsif terhadap dinamika perkotaan.
Ketua OKK PSI Mataram, Yudhi Buster, menegaskan bahwa partainya tidak ingin terjebak pada pola lama dalam membangun kaderisasi.
“Kalau yang kita rekrut hanya orang-orang lama, maka PSI tidak akan berbeda. Kami mencari anak muda yang punya ide, berani bekerja, dan memahami karakteristik kelurahan masing-masing,” imbuhnya.
Lebih jauh, DPRT akan dibekali tugas konkret yang terukur, mulai dari mengidentifikasi persoalan warga, menyusun usulan program berbasis kebutuhan lokal, hingga melakukan advokasi kebijakan dan anggaran. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong kader untuk bekerja nyata, bukan sekadar menjalankan aktivitas seremonial.
“Kami ingin DPRT yang kalau ada selokan mampet, dia yang pertama angkat cangkul. Kerja nyata lebih penting dari sekadar foto,” tambahnya.
Seluruh aktivitas DPRT nantinya juga akan dipublikasikan melalui media sosial dengan pendekatan komunikasi yang lebih membumi, agar mudah dipahami masyarakat luas.
Sejalan dengan peluncuran simbol baru PSI berupa gajah merah-hitam, DPD PSI Mataram mendorong kader untuk menginternalisasi nilai-nilai kekuatan, loyalitas, dan kebijaksanaan dalam setiap gerakan politik.
Proses pembentukan DPRT ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan. Setelah itu, agenda akan dilanjutkan dengan pendidikan dan pelatihan kader dasar guna memperkuat kapasitas komunikasi politik, advokasi, serta pendataan sosial di tingkat kelurahan.
“PSI percaya, Mataram yang bersih, adil, dan maju tidak akan jatuh dari langit. Ia akan dibangun oleh tangan-tangan muda di setiap kelurahan,” tutupnya.***
Penulis : SN-03
Editor : SuluhNTB Editor






























