Pesan Menkeu Sri Mulyani: Politik adalah Perjuangan Mulia, Bukan Ajang Intimidasi

Senin, 1 September 2025 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok. Facebook)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok. Facebook)

SULUHNTB.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa membangun bangsa adalah perjuangan berat yang harus dijalankan dengan etika dan moralitas luhur.

Hal itu ia sampaikan dalam unggahan terbaru di akun Facebooknya, Senin (1/9/2025), pasca menerima banyak simpati, doa, dan dukungan publik atas musibah yang tengah dihadapinya.

“Terima kasih atas simpati, doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral semua pihak dalam menghadapi musibah ini,” tulis Sri Mulyani membuka pernyataannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menekankan, politik adalah jalan kolektif untuk mencapai tujuan mulia bangsa, bukan ruang untuk anarki, intimidasi, maupun represi. Ia mengingatkan bahwa setiap pejabat negara memiliki sumpah untuk menjalankan UUD 1945 serta undang-undang yang disusun melalui proses demokrasi.

Baca Juga :  Didukung Mayoritas Pemilik Suara, Hendry Ch Bangun Siap Maju

“Apabila publik tidak puas dan hak konstitusi dilanggar, UU dapat diuji melalui Judicial Review di Mahkamah Konstitusi. Bila pelaksanaan UU menyimpang, bisa dibawa ke pengadilan hingga Mahkamah Agung. Itu sistem demokrasi Indonesia yang beradab,” jelasnya.

Sri Mulyani mengakui, demokrasi Indonesia belum sempurna, tetapi harus terus diperbaiki dengan cara beradab, bukan dengan tindakan yang merusak. “Tugas negara harus dilakukan dengan amanah, kejujuran, integritas, profesional, transparan, akuntabel, dan jelas kami dilarang korupsi,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam pemerintahan memerlukan kebijaksanaan, empati, dan kepekaan dalam mendengar aspirasi masyarakat, karena menyangkut nasib rakyat dan masa depan bangsa.

Dalam unggahannya, Sri Mulyani turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat luas, mulai dari netizen, akademisi, mahasiswa, media massa, hingga pelaku usaha UMKM dan korporasi besar, yang terus memberikan masukan, kritik, bahkan sindiran. Menurutnya, semua itu merupakan bagian dari proses perbaikan dalam membangun Indonesia.

Baca Juga :  Prabowo Pimpin Rapat Virtual Sebelum Bertolak ke Eropa, Bahas Cuaca Ekstrem hingga Program Rakyat

“Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan, serta melukai perasaan publik. Kami mohon maaf, pasti masih banyak kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus,” tulisnya.

Di akhir pesannya, Sri Mulyani menutup dengan doa untuk bangsa. “Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, status Menkeu Sri Mulyani telah dibaca 4400 follower dibagikan ulang sebanyak 572 kali. ***

Penulis : SN-05

Editor : SuluhNTB Editor

Berita Terkait

Senator Dr Elviana Beberkan Catatan Penting Raker Terakhir Bersama  Menkeu Purbaya Sebelum Dipecat. Ternyata Ini Bahasannya!
Prabowo: Pemerintahan Harus Berpihak kepada Rakyat
Ketua Umum Parpol tidak boleh lebih kuat dari Presiden, Dr Irpan gugat masa jabatan Ketum Parpol ke MK
Dunia Tanpa Kepastian, Silaturahmi Jadi Pilar Ketahanan Sosial  
Presiden Tegas Dukung NTB–NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028
Wali Kota Mataram Terima Anugerah Kebudayaan PWI 2026
Ribuan Ormas Islam Demo Komdigi dan KPI, Komika Pandji Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Relawan NTB Bergerak Cepat di Aceh Utara, 600 Paket Bantuan Kemanusiaan Disalurkan untuk Penyintas Bencana

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:20 WIB

Senator Dr Elviana Beberkan Catatan Penting Raker Terakhir Bersama  Menkeu Purbaya Sebelum Dipecat. Ternyata Ini Bahasannya!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:32 WIB

Prabowo: Pemerintahan Harus Berpihak kepada Rakyat

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:40 WIB

Ketua Umum Parpol tidak boleh lebih kuat dari Presiden, Dr Irpan gugat masa jabatan Ketum Parpol ke MK

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:58 WIB

Dunia Tanpa Kepastian, Silaturahmi Jadi Pilar Ketahanan Sosial  

Senin, 12 Januari 2026 - 19:13 WIB

Presiden Tegas Dukung NTB–NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028

Berita Terbaru

NARASI

Ajula, Manusia Pencipta dan Lahirnya Kebudayaan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 06:54 WIB