SULUHNTB.COM – Keamanan pangan dan legalitas produk merupakan faktor penting yang perlu dimiliki oleh UMKM agar daya saingnya meningkat. Berangkat dari kebutuhan tersebut, KKN Tematik Universitas Mataram 2026 berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghadirkan program pendampingan untuk mewujudkan Desa Sadar Keamanan Pangan, sekaligus penerbitan NIB dan PIRT di Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan, memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam menghasilkan produk pangan yang aman, sekaligus membangun sistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi pendamping masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, dan pemberdayaan yang menyasar pelaku UMKM, keluarga, remaja, ibu hamil, ibu yang memiliki balita, hingga peserta didik di lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian kegiatan diawali pada 11 Juli 2026 melalui sosialisasi mengenai proses penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) kepada pelaku UMKM Desa Bug-Bug. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas produk pangan, tahapan pengurusan SPP-IRT, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), serta standar keamanan pangan yang wajib dipenuhi oleh pelaku usaha.
Selain memberikan sosialisasi, mahasiswa KKN Tematik juga melakukan pendampingan secara intensif kepada pelaku UMKM dalam proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan SPP-IRT. Pendampingan dilakukan secara langsung mulai dari pendataan UMKM, pengumpulan dokumen persyaratan, pendaftaran melalui sistem Online Single Submission (OSS), hingga proses pengajuan SPP-IRT sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh proses berlangsung secara bertahap selama kurang lebih empat minggu.

Melalui pendampingan tersebut, UMKM Najmul Khair milik Ibu Siti Marwati berhasil memperoleh SPP-IRT untuk empat produk, yaitu keripik singkong, keripik tempe, keripik tempe sagu, dan keripik ubi. Mahasiswa KKN juga mendampingi UMKM Keripik Baiq Muriah dalam penerbitan NIB dan SPP-IRT untuk produk keripik singkong, UMKM Peyek Ibu Sakmah dalam penerbitan NIB dan SPP-IRT untuk produk peyek, serta UMKM Kerupuk Poli milik Ibu Faoziah dalam penerbitan NIB dan SPP-IRT untuk produk kerupuk poli.
Selain itu, mahasiswa turut membantu penerbitan NIB bagi usaha ritel milik Bapak H. Miswan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan legalitas usaha masyarakat di Desa Bug-Bug.
Sebagai bagian dari program Desa Sadar Keamanan Pangan, mahasiswa KKN bersama BPOM juga membentuk 10 Kader Keamanan Pangan Desa yang terdiri atas Kader Keamanan Pangan Keluarga, Kader Keamanan Pangan Masyarakat, dan Kader Keamanan Pangan Sekolah.
Sebelum menjalankan tugasnya, seluruh kader mengikuti pembekalan dan pelatihan mengenai keamanan pangan agar memiliki pemahaman yang memadai dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
Setelah terbentuk, para kader berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosialisasi sesuai bidang masing-masing. Kader Keamanan Pangan Keluarga melaksanakan edukasi Lima Kunci Keamanan Pangan Keluarga melalui metode door to door.
Kader Sekolah berpartisipasi dalam sosialisasi di MTs Nurul Anwar dan SDN 1 Bug-Bug, sedangkan Kader Masyarakat terlibat dalam sosialisasi mengenai label pangan dan informasi nilai gizi bagi remaja, ibu hamil, serta ibu yang memiliki balita.
Kegiatan tersebut dilakukan pada 13 Juli 2026, mahasiswa KKN melaksanakan sosialisasi door to door mengenai Lima Kunci Keamanan Pangan Keluarga kepada masyarakat yang telah berkeluarga sebagai upaya meningkatkan kesadaran dalam mengolah, menyimpan, dan menyajikan makanan yang aman di lingkungan rumah tangga.
Kegiatan edukasi kemudian berlanjut pada 15 Juli 2026 melalui sosialisasi Lima Kunci Keamanan Pangan Sekolah di MTs Nurul Anwar, dan pada 16 Juli 2026 kembali dilaksanakan di SDN 1 Bug-Bug untuk menanamkan kebiasaan memilih pangan yang aman serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini
Selanjutnya, pada 20 Juli 2026, mahasiswa KKN melaksanakan sosialisasi mengenai label pangan dan informasi nilai gizi bagi remaja Desa Bug-Bug. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja dalam membaca informasi pada kemasan pangan sehingga mampu memilih makanan yang aman dan bergizi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sosialisasi mengenai label pangan dan nilai gizi bagi ibu hamil serta ibu yang memiliki balita. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta pemilihan pangan yang aman untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
Program KKN Tematik Unram 2026 di Desa Bug-Bug ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan keamanan pangan masyarakat, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan legalitas dan daya saing UMKM, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara perguruan tinggi, BPOM, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Sadar Keamanan Pangan.
Ibu Suprayanti Martia Dewi, S.P., M.Si., selaku dosen pendamping sangat mengapresiasi program mahasiswa ini. Beliau mengharapkan, kader yang terbentuk dapat menjadi motor penggerak edukasi keamanan pangan secara berkelanjutan. Dengan demikian, penyebarluasan informasi mengenai keamanan pangan tetap dapat berlangsung meskipun program KKN Tematik telah berakhir di Desa Bug-Bug.
Ketua KKN Tematik Unram 2026 Desa Bug-Bug, I Wayan Divayasa Suarkana, bersama seluruh tim KKN menyampaikan apresiasi kepada BPOM atas kesempatan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Desa Sadar Keamanan Pangan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Rosita Mardiani dan Bapak M. Ibnu Fajri selaku mentor BPOM yang telah memberikan pembinaan, pendampingan, serta arahan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PT Yili Indonesia Dairy dan Wings Food atas dukungan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian program dapat terlaksana dengan baik.
Penghargaan yang setinggi-tingginya turut diberikan kepada Pemerintah Desa Bug-Bug, seluruh pelaku UMKM, Kader Keamanan Pangan Desa, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan.
Sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut sehingga Desa Bug-Bug mampu menjadi desa yang semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan, memiliki UMKM yang legal dan berdaya saing, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam membangun keamanan pangan berbasis masyarakat.**
Penulis : SN-4
Editor : SuluhNTB Editor
Sumber Berita: Release Mahasiswa KKN Tematik Unram Desa Bug-Bug 2026










































