SULUHNTB.COM – Selama 50 hari, sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Melodi Aikmel melaksanakan kegiatan di Desa Aikmel Utara dan Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Program berlangsung sejak 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Tim KKN terdiri atas mahasiswa dari empat klaster keilmuan, yaitu Sosial Humaniora, Sains dan Teknologi, Agro, serta Medika. Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Drs. Mustofa Anshori Lidinillah, M.Hum.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Ilmu Pengetahuan, Teknologi Tepat Guna, dan Penguatan Kelembagaan Desa dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Lingkungan Berbasis Potensi Lokal.” Tema ini menjadi pijakan dalam menyusun berbagai program yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa menerapkan pendekatan lintas disiplin dalam menjalankan program pengabdian. Pendekatan tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, kebencanaan, serta pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal. Melalui berbagai program yang dijalankan, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab persoalan masyarakat, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat setempat.
Persoalan kesehatan menjadi salah satu fokus utama pengabdian mahasiswa. Mereka mengawali program dengan edukasi kesehatan gigi dan mulut dengan metode door to door serta kegiatan sikat gigi bersama. Masyarakat diajak mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar sebagai langkah sederhana untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.
Perhatian yang sama juga diberikan kepada kesehatan ibu dan anak. Mahasiswa mendampingi ibu hamil melalui kegiatan edukasi dan pemantauan kesehatan sebagai upaya mendukung kehamilan yang sehat. Selain itu, tim KKN membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, terutama lansia dan kelompok rentan. Program ini diharapkan dapat membantu warga mengenali kondisi kesehatannya sejak dini.
Upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Mahasiswa juga memperkenalkan konsep DAGUSIBU, yaitu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Edukasi tersebut dilengkapi dengan pengenalan jamu antihipertensi berbahan lokal sebagai alternatif pendukung dalam menjaga tekanan darah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam mengelola obat di lingkungan rumah tangga.
Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia juga diwujudkan melalui berbagai program di bidang pendidikan. Program revitalisasi perpustakaan dan dilakukan di SDN 01 Aikmel Utara dan PAUD Darul Faqih. Tujuannya agar ruang belajar menjadi lebih nyaman, layak, dan menarik bagi anak-anak. Program tersebut mendukung penguatan kelembagaan desa yang menjadi salah satu fokus KKN-PPM Melodi Aikmel. Fasilitas pendidikan dasar dikembangkan melalui kolaborasi mahasiswa, sekolah, dan masyarakat.

Sebagai wilayah yang berada di kawasan rawan gempa bumi, Kecamatan Aikmel membutuhkan kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi bencana. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa menghadirkan program SiGempa melalui pemasangan alarm peringatan dini di sejumlah titik strategis. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus memperkuat budaya siaga bencana di tingkat desa.
Sementara itu, semangat ketahanan lingkungan berbasis potensi lokal diwujudkan lewat workshop ecoenzyme. Melalui workshop tersebut, mahasiswa mengajarkan warga mengolah sampah organik rumah tangga menjadi cairan multifungsi yang ramah lingkungan. Selain mengurangi volume sampah organik, program tersebut juga mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna berbasis potensi lokal.

Melalui rangkaian program lintas klaster ini, KKN-PPM UGM Melodi Aikmel berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Aikmel Utara dan Desa Kembang Kerang, tidak hanya dalam bentuk kegiatan sesaat, tetapi juga penguatan kapasitas dan kelembagaan yang diharapkan dapat terus berjalan setelah masa penugasan mahasiswa berakhir.
Berhasilnya kegiatan tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Dosen Pembimbing Lapangan bersama mahasiswa KKN-PPM Melodi Aikmel menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, sekolah, serta masyarakat yang telah terlibat aktif dalam setiap tahapan program. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting agar setiap kegiatan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, KKN-PPM Melodi Aikmel berupaya menghadirkan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Langkah-langkah kecil yang dibangun bersama warga diharapkan menjadi awal terwujudnya desa yang berdaulat pangan, tangguh menghadapi bencana, serta mandiri dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.**
Penulis : SN-4
Editor : SuluhNTB Editor
Sumber Berita: Release Mahasiswa KKN-PPM UGM Melodi Aikmel 2026










































