Home / NTB

Pemprov NTB Prihatin Mencuatnya Kasus Sodomi di Mataram, Minta Penanganan Lebih Tegas

Senin, 11 Agustus 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kominfotik NTB H Yusron Hadi ST MUM

Kepala Dinas Kominfotik NTB H Yusron Hadi ST MUM

SULUHNTB.COM – Pemerintah Provinsi NTB melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) , H. Yusron Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait mencuatnya kasus sodomi yang melibatkan anak di Kota Mataram.

Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi alarm serius bahwa upaya pencegahan yang telah dilakukan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait belum cukup efektif.

“Pemerintah Provinsi sangat prihatin atas peristiwa dan fakta ini. Sekali lagi, ini menunjukkan bahwa upaya-upaya oleh kita semua untuk meminimalisasi peristiwa seperti ini belum cukup. Perlu strategi yang lebih kuat, terutama dalam hal antisipasi, edukasi, pengawasan, serta penindakan,” ujarnya di Mataram, Senin (11/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Yusron, kasus ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga gejala sosial yang berpotensi melemahkan kualitas generasi muda. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi mengusut kasus tersebut hingga tuntas, mengevaluasi langkah-langkah yang selama ini ditempuh, bahkan mempertimbangkan regulasi yang lebih tegas untuk menangkal berbagai modus serupa di masa depan.

Baca Juga :  Wagub NTB Serahkan LKPD Unaudited 2024, BPK Siap Lakukan Audit Mendalam

“Ini gejala sosial yang melemahkan generasi kita. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita usut peristiwa ini sampai tuntas, evaluasi langkah yang sudah ada, atau mungkin susun regulasi yang lebih tegas lagi untuk mencegah semua bentuk penyimpangan seperti ini,” tegasnya.

Sebelumnya Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram membeberkan temuan yang memicu keprihatinan publik. Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi, mengungkap adanya kelompok atau “circle” sodomi di kalangan anak SD yang melibatkan sembilan siswa. Lebih mengejutkan, syarat masuk kelompok tersebut adalah melakukan sodomi terhadap teman sendiri.

“Jumlah anggotanya sembilan orang, dan semuanya masih anak SD. Salah satu kasusnya, seorang anak menyodomi temannya agar bisa diterima dalam kelompok itu,” ungkap Joko.

Baca Juga :  Miq Iqbal Kenang Momen Jadi Khatib Idul Adha di Era Lalu Serinata, Siap Pimpin NTB Lima Tahun ke Depan

Tak hanya di tingkat SD, Joko juga mengungkap fenomena di beberapa SMA di Mataram, di mana sejumlah siswa secara terbuka mengaku sebagai lesbian atau gay. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal bahaya yang harus segera direspons dengan langkah preventif yang terukur.

“Harus ada langkah pencegahan. Salah satu yang realistis adalah memberikan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini agar anak-anak paham dan tidak terjebak dalam perilaku menyimpang,” jelasnya.

Temuan LPA tersebut kini menjadi sorotan serius dan memicu desakan agar sekolah, orang tua, serta pemerintah daerah bergerak cepat menanggulangi ancaman yang mengintai generasi muda di NTB. ***

 

Penulis : SN-07

Editor : SuluhNTB Editor

Berita Terkait

Ratusan Warga NTB Antusias Ikuti Pelatihan Paralegal ADVOKAI
RSUP NTB Berbenah Total, Siap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan Indonesia Timur
Perda Pajak NTB Disahkan, Pemprov Target Tambahan PAD Rp160 Miliar
Kesehatan NTB Melonjak! Stunting Turun Drastis, Jutaan Warga Diburu Program Cek Kesehatan Gratis
Alih Fungsi Lahan Di NTB Tak Terkendali, Politisi PDIP Desak Pemerintah Segera Stop Izin
Lepas Atribut Pejabat di Gawe Sosial Masbagik, Gubernur Iqbal: Saya Datang Sebagai Keluarga
Gubernur Pimpin Ratas hingga Malam: BTT Siap Percepat Penanganan Kerusakan Pascabencana
Gubernur NTB Perintahkan Penanganan Cepat Banjir di Lombok Barat dan Lombok Tengah

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Ratusan Warga NTB Antusias Ikuti Pelatihan Paralegal ADVOKAI

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:50 WIB

RSUP NTB Berbenah Total, Siap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan Indonesia Timur

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:45 WIB

Perda Pajak NTB Disahkan, Pemprov Target Tambahan PAD Rp160 Miliar

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:44 WIB

Kesehatan NTB Melonjak! Stunting Turun Drastis, Jutaan Warga Diburu Program Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 16 April 2026 - 17:31 WIB

Alih Fungsi Lahan Di NTB Tak Terkendali, Politisi PDIP Desak Pemerintah Segera Stop Izin

Berita Terbaru

NASIONAL

Prabowo: Pemerintahan Harus Berpihak kepada Rakyat

Sabtu, 11 Jul 2026 - 02:32 WIB

NARASI

NARASI: Bangkitnya Kelas Menengah, Kurva Gajah

Rabu, 8 Jul 2026 - 15:06 WIB