SULUHNTB.COM – Sekitar 100 muslimah mengikuti Kajian Khusus di Masjid Raya Palapa Baitus Salam, Pasar Minggu, Sabtu (27/9/2025).
Kegiatan bertema “Mengenal Ormas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sebagai Pelopor Kebangkitan Islam di Indonesia” ini digelar oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan & Keluarga DKM Masjid Raya Palapa bekerja sama dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Pasar Minggu.
Para peserta ada yang berasal dari Rancho, Pagujaten, Pejaten Timur, Jatipadang, Jagakarsa, bahkan yang terjauh berasal dari Bogor. Sementara rentang usia peserta yaitu yang termuda 23 tahun dan yang tertua 75 tahun.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama. Dr. Suhardin, M.Pd. (Ketua PCM Pasar Minggu dan Wakil Rektor Umbara) menegaskan pentingnya semangat tajdid Muhamadiyah dalam membangun umat. “Muhammadiyah lahir bukan hanya untuk memurnikan ajaran Islam, tetapi juga memajukan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan umat. Semangat inilah yang harus terus diwarisi,” ujarnya.

Sementara itu, Dra. Nur Alfiah (Sekretaris PDA Jakarta Selatan) menyoroti kiprah ‘Aisyiyah dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga. “Aisyiyah sejak awal berdiri menjadi pelopor gerakan perempuan Islam. Kini, semangat itu harus diterjemahkan dalam tantangan digitalisasi, kesehatan mental, dan perubahan sosial,” ungkapnya.
Moderator Azimah Subagijo menambahkan, kajian ini bukan hanya sebagai sarana pengetahuan sejarah, tetapi juga momentum motivasi dan kebanggaan atas capaian besar Muhammadiyah yang selama ini mungkin belum disadari semua peserta. Sebagai contoh, menurut laporan terbaru, Muhammadiyah berhasil masuk dalam daftar 10 organisasi keagamaan terkaya di dunia, menempati posisi keempat dengan aset diperkirakan lebih dari Rp 450 triliun.
“Apabila kita sadar bahwa Muhammadiyah memiliki aset dan amal usaha yang sangat besar, maka kewajiban kita sebagai muslimah bukan hanya menerima manfaatnya, tapi ikut berkontribusi mewarnai, menjaga, dan memperluas manfaat itu,” ujar Azimah yang juga Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga DKM Masjid Raya Palapa Baitussalam, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, doorprize untuk 14 pemenang, dan penyerahan piagam untuk narasumber, serta do’a bersama. Melalui kegiatan ini, panitia berharap peserta semakin memahami kiprah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah serta menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari gerakan Islam berkemajuan — sekaligus termotivasi untuk berperan aktif dalam berbagai amal usaha di lingkungan masing-masing. ***
Penulis : SN-05
Editor : SuluhNTB Editor






























