SULUHNTB.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar.
Salah satunya dengan memulai proyek perbaikan jalan di dua titik strategis, yaitu ruas Simpang Pototano–Simpang Seteluk di Kabupaten Sumbawa Barat serta ruas Pohgading–Tanjung Geres di Kabupaten Lombok Timur.
Langkah ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang sudah lama mengeluhkan kondisi jalan provinsi yang rusak berat.
Selama lebih dari tujuh tahun, kerusakan jalan tersebut tidak hanya menyulitkan mobilitas, tetapi juga berdampak pada ekonomi lokal serta keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah yang terpaksa melalui jalur berdebu setiap hari.
Gubernur Turun Langsung Tinjau Jalan
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi keluhan masyarakat. Ia melakukan peninjauan langsung ke dua ruas jalan tersebut pada Selasa (23/09/2025) sebagai bentuk keseriusan Pemprov NTB dalam membangun infrastruktur yang memadai.
“Insya Allah, kondisi jalan di Pohgading hingga Tanjung Geres akan selesai pada bulan Desember. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar pengerjaannya berjalan lancar,” ujar Miq Iqbal.
Peninjauan ini tidak hanya sebatas seremonial. Kehadiran orang nomor satu di NTB tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah pada kebutuhan mendasar masyarakat. Infrastruktur jalan, menurutnya, merupakan urat nadi perekonomian daerah. Jika akses jalan rusak, otomatis distribusi barang, mobilitas warga, hingga pelayanan sosial akan terganggu.
Selama bertahun-tahun, masyarakat Lombok Timur dan Sumbawa Barat mengeluhkan kerusakan jalan yang parah. Di musim kemarau, debu beterbangan hingga mengganggu kesehatan, sementara saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan berlumpur yang rawan kecelakaan.
Kini, dengan adanya proyek perbaikan jalan NTB, harapan baru muncul. Jalan yang mulus akan mempermudah aktivitas perdagangan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mempermudah akses warga ke pusat layanan kesehatan maupun pendidikan.
“Semoga masyarakat tidak lagi harus menderita akibat sulitnya akses jalan maupun gangguan kesehatan akibat debu yang luar biasa,” tambahnya.
Ucapan ini seolah menjawab keluhan para orang tua di Lombok Timur yang resah melihat anak-anak mereka berangkat sekolah melewati jalur penuh debu. Dengan perbaikan jalan, diharapkan perjalanan menuju sekolah menjadi lebih aman, nyaman, dan sehat.
Detail Proyek Pembangunan
Menurut data dari Pemprov NTB, perbaikan jalan meliputi:
Ruas Jalan Simpang Pototano–Simpang Seteluk dengan panjang 3,8 kilometer.
Ruas Jalan Pohgading–Tanjung Geres sepanjang 4 kilometer.
Meski panjang ruas yang diperbaiki relatif terbatas, namun dampaknya sangat signifikan karena dua jalur ini merupakan penghubung utama antarwilayah. Di Sumbawa Barat, jalur Simpang Pototano–Seteluk merupakan akses vital menuju pelabuhan, sedangkan di Lombok Timur, ruas Pohgading–Tanjung Geres adalah jalur strategis yang menghubungkan sejumlah desa produktif.
Proyek ini melibatkan kontraktor lokal, yaitu PT Niat Karya untuk pengerjaan ruas Pototano–Seteluk, dan PT Fimakencana Kertasari untuk ruas Pohgading–Tanjung Geres. Kedua perusahaan diminta bekerja secara profesional dan menyelesaikan proyek tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa perbaikan jalan ini merupakan bagian dari agenda besar membangun infrastruktur yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah. Dengan keterbatasan fiskal yang ada, Pemprov NTB tetap memprioritaskan jalan-jalan yang kondisinya paling parah dan berdampak langsung pada kehidupan warga.
Selama beberapa tahun terakhir, Pemprov NTB gencar membangun dan memperbaiki berbagai sarana dasar, mulai dari jalan, jembatan, hingga infrastruktur pendukung sektor pertanian dan pariwisata. Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan NTB sebagai daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. ***
Penulis : SN-07
Editor : SuluhNTB Editor






























