Home / NTB

Akankah Program Desa Berdaya Tekan Kemiskinan Ekstreme di NTB? Ini Penjelasan Gubernur Iqbal Kepada BPPK RI!

Selasa, 12 Agustus 2025 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Pemerintah Pusat puji Program Desa Berdaya Gubernur NTB yang fokus mengentaskan kemiskinan ekstrem di 106 desa melalui pemberdayaan ekonomi.

 Pemerintah Pusat puji Program Desa Berdaya Gubernur NTB yang fokus mengentaskan kemiskinan ekstrem di 106 desa melalui pemberdayaan ekonomi.

SULUHNTB.COM — Pemerintah Pusat memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Program Desa Berdaya yang digagas Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal sebagai langkah nyata mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BPPK) RI, Dr. Novrizal Tahar, saat kunjungan kerja dan silaturahmi dengan Gubernur NTB di Mataram, Selasa (12/8/2025).

Ketika menerima tim BPPK RI  di ruang kerjanya, Gubernur Iqbal  membahas strategi kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memberantas kemiskinan ekstrem.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus pembicaraan tertuju pada implementasi Program Desa Berdaya di 106 desa yang saat ini masih masuk kategori kemiskinan ekstrem.

Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak untuk mencapai target penurunan kemiskinan. “Kita akan fokus pada program yang langsung menyentuh masyarakat yang tepat sasaran khususnya di wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Untuk itu, kami telah membentuk tim percepatan pengentasan kemiskinan di NTB,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Pimpin Ratas hingga Malam: BTT Siap Percepat Penanganan Kerusakan Pascabencana

Menurut Gubernur, Program Desa Berdaya dirancang untuk memberikan solusi berbasis potensi lokal, mulai dari penguatan ekonomi produktif, akses pendidikan, hingga peningkatan layanan kesehatan desa.

Langkah ini diharapkan mampu mengubah desa-desa miskin menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Sementara itu, Dr. Novrizal Tahar memuji langkah cepat yang diambil Pemprov NTB. Ia menilai Program Desa Berdaya merupakan model pemberdayaan yang relevan dan memiliki peluang besar mengangkat kesejahteraan warga desa.

“Program Desa Berdaya diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing desa, sehingga secara bertahap dapat mengangkat desa dari status kemiskinan ekstrem,” katanya.

Baca Juga :  ASN Dinsos NTB Jalani Simulasi Mitigasi Bencana, Kadinsos Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan di Setiap OPD

Novrizal juga menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan ini diwujudkan melalui berbagai program pro-rakyat, seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), Sekolah Rakyat, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan pangan, hingga penguatan akses permodalan.

Ia menambahkan, BPPK memiliki mandat untuk mengorkestrasi seluruh upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia. “BPPK memiliki peran mengorkestrasi berbagai upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia, termasuk mendukung kebijakan yang sudah berjalan di NTB,” pungkasnya.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan pelaksanaan Program Desa Berdaya, Pemprov NTB optimistis target pengurangan kemiskinan ekstrem akan tercapai lebih cepat, sekaligus memperkuat kemandirian desa di seluruh wilayah provinsi.

 

 

Penulis : SN-07

Editor : SuluhNTB Editor

Berita Terkait

Logis NTB Desak Musyafirin Mundur sebagai Komisaris Independen Bank NTB Syariah
Minderheidsnota di Paripurna APBD NTB, Raden Nuna, Made Slamet, Suhaimi dan Abdul Rahim Nyatakan Sikap Politik
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Soroti Dampak Ekonomi UMKM  
Ratusan Warga NTB Antusias Ikuti Pelatihan Paralegal ADVOKAI
RSUP NTB Berbenah Total, Siap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan Indonesia Timur
Perda Pajak NTB Disahkan, Pemprov Target Tambahan PAD Rp160 Miliar
Kesehatan NTB Melonjak! Stunting Turun Drastis, Jutaan Warga Diburu Program Cek Kesehatan Gratis
Alih Fungsi Lahan Di NTB Tak Terkendali, Politisi PDIP Desak Pemerintah Segera Stop Izin

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Logis NTB Desak Musyafirin Mundur sebagai Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:03 WIB

Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Soroti Dampak Ekonomi UMKM  

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Ratusan Warga NTB Antusias Ikuti Pelatihan Paralegal ADVOKAI

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:50 WIB

RSUP NTB Berbenah Total, Siap Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan Indonesia Timur

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:45 WIB

Perda Pajak NTB Disahkan, Pemprov Target Tambahan PAD Rp160 Miliar

Berita Terbaru

NARASI

Ajula, Manusia Pencipta dan Lahirnya Kebudayaan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 06:54 WIB