SULUHNTB.COM – Kawanan begal makin berani saja melancarkan aksi brutalnya di Kota Mataram.
Kali ini, seorang ibu muda menjadi korban kawanan begal yang berpura-pura jadi orang baik, menawarkan tumpangan ojek kepada korban yang hendak membawa anaknya berobat ke Rumah Sakit Bhayangkara Ampenan, Mataram pada Rabu pagi (28/10).
Korbannya adalah Vanti Liana (34 tahun) , warga Jalan Skip Gang Emerald Lingkungan Gatep, Kelurahan Tamansari Ampenan Mataram.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rabu pagi sekitar Pkl. 9.30 WITA, korban baru saja mengurus rujukan berobat anaknya di Puskesmas Tanjung Karang. Anaknya kebetulan mengalami patah tulang bagian tangan dan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Begitu keluar dari halaman Puskesmas, seseorang menawarkan jasa ojek dan bersedia mengantarkannya ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Korban yang dalam posisi buru-buru karena ingin anaknya cepat dirujuk ke Rumah Sakit, tanpa pikir panjang dan tanpa curiga sedikitpun menerima saja tawaran pengendara sepeda motor itu.
Sayangnya, dalam perjalanan, pengendara motor yang tak dikenal itu membawa korban melewati jalan kecil hingga berhenti di pinggir jembatan Gang Lumba-lumba, Jalan Lumba-lumba, Lingkungan Gatep Indah, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Di lokasi dekat jembatan itulah, korban mengaku menerima tindak kekerasan dari empat kawanan begal. Tas korban yang berisi uang, ATM, KTP, Handphone dan surat penting lainnya dibawa kabur pelaku. “Pelakunya empat orang, menggunakan dua sepeda motor dan saling berboncengan,”kata Abdul Malik Hidayat dan Robby, keluarga yang menemani korban melapor ke Polsek Ampenan.
Sesuai keterangan korban, kawanan begal disebut mengenakan pakaian serba hitam, termasuk hoodie hitam, masker hitam, dan helm. Mereka juga membawa senjata tajam jenis Celurit.
“Salah satu pelaku memukul korban menggunakan bagian tumpul Celurit,”jelas Robby seraya menambahkan korban mengalami trauma. Apalagi tas korban yang berisi ATM, uang tunai, Handphone dan surat penting lainnya dibawa kabur pelaku.
Korban ditemani keluarganya langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Ampenan. Pihak kepolisian langsung bergerak dan melakukan olah TKP melakukan penyelidikan. “Keluarga sangat berharap pihak kepolisian dapat membongkar sindikat kawanan jambret dan begal ini karena sangat meresahkan,”harap Robby.***
Penulis : SN-05
Editor : SuluhNTB Editor












































