SULUHNTB.COM – Mantan Bupati Lombok Timur, Ali Bin Dachlan, melontarkan kritik tajam terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyusul operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Lalu Ahmad Zaini alias LAZ, Bupati Lombok Barat.
Ali menilai penindakan terhadap kepala daerah belum dapat dikategorikan sebagai berita besar.
Meski mengaku sedih mendengar kabar tersebut, Ali tetap menyampaikan apresiasi kepada KPK atas langkah penegakan hukum yang dilakukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ali berharap proses hukum terhadap Bupati Lombok Barat dapat segera diselesaikan dengan baik.
“Sedih mendengar saudaraku Bupati Lombok Barat terjaring operaSI tangkAP tangAN (OTT). Terima kasih, walaupun aku sedih mendengar berita ini, kuharap semoga akan segera diselesaikan dengan baik,” tulis Ali dalam status terbaru di akun pribadi media sosialnya.
Ali BD menegaskan, KPK tidak seharusnya berhenti pada kasus-kasus yang melibatkan pejabat daerah.
Menurutnya, lembaga antirasuah itu perlu membidik perkara yang lebih besar dan tidak hanya menyasar pelaku korupsi kelas bawah.
“KPK kiranya akan teruskan tugasnya untuk yang lebih besar, jangan hanya terhenti pada kelas teri saja,” kata mantan Bupati Lombok Timur dua periode ini.
Ali juga menyinggung penggunaan huruf besar pada singkatan OTT yang disebutnya sebagai simbol harapan agar KPK berani mengusut kasus-kasus bernilai triliunan rupiah.
Ali mempertanyakan apabila perkara besar justru diselesaikan melalui jalur kompromi.
“OTT pakai huruf besar di akhir kata OTT merupakan harapan, jangan hanya berani pada kelas ratusan juta sementara yang triliunan rupiah cukup diselesaikan di belakang meja perundingan,” tegasnya.
Menurut Ali, penangkapan terhadap bupati, wali kota, maupun gubernur bukanlah peristiwa luar biasa dalam pemberantasan korupsi.
Ia menyebut penindakan terhadap pejabat tingkat nasional justru akan menjadi berita besar.
“Menangkap seorang bupati, wali kota atau gubernur bukan berita besar bung. Baru big news jika anda tangkap sekelas presiden, wakil presiden, menteri-menteri. Berita OTT bupati, termasuk berita kelas teri saja,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Ali turut mempertanyakan perkembangan penanganan perkara yang menyeret mantan pimpinan KPK. “Selamat bekerja untuk KPK. Tapi omong-omong apa kabar mantan ketua KPK yang telah lama anda tersangkakan?” tutupnya.
Sebagaimana ramai diberitakan, KPK menangkap Bupati Lombok Barat LAZ di rumah dinasnya pada Senin pagi (20/7). KPK juga mengamankan 19 orang yang disebut sebagai pihak yang terlibat dalam bagi-bagi fee sejumlah proyek di Kabupaten Lombok Barat. Diantaranya adalah Dirut PDAM Giri Menang Mataram dan Kadis PUPR Lombok Barat.***
Penulis : SN-01
Editor : SuluhNTB Editor










































