SULUHNTB.COM – Mahasiswa Kelompok Pemerhati Sosial (KPS) Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram siap menggelar Pekan Bakti Sosial Mahasiswa (PBSM) 2026 di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.
Kegiatan yang berlangsung pada 22–28 Juni 2026 itu difokuskan pada edukasi hukum, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan potensi lokal menuju desa yang lebih berdaya.
PBSM 2026 mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Hukum dan Pengembangan Potensi Lokal Menuju Desa yang Berdaya”. Program tersebut menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia PBSM 2026, Lalu Muhammad Daffa W. A., mengatakan seluruh panitia saat ini tengah mematangkan persiapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Gumantar.
Menurut Daffa, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian bagi mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran untuk memahami berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“PBSM merupakan bentuk pengabdian sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa. Kami berharap kehadiran kami di Desa Gumantar dapat memberikan kontribusi nyata, baik dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat maupun membantu mengembangkan potensi lokal yang dimiliki desa. Semoga kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang bermanfaat bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Desa Gumantar dipilih sebagai lokasi kegiatan setelah melalui observasi dan kajian lapangan yang dilakukan panitia. Hasil kajian menunjukkan desa tersebut memiliki potensi besar di bidang sumber daya alam, budaya, dan pariwisata, namun masih menghadapi sejumlah tantangan dalam aspek kesadaran hukum, pengembangan potensi wisata, dan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai bentuk kontribusi terhadap persoalan tersebut, PBSM 2026 menghadirkan sejumlah program strategis. Salah satu program utama adalah sosialisasi dampak pernikahan usia anak yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah pedesaan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat akan mendapatkan pemahaman mengenai dampak sosial, hukum, kesehatan, dan pendidikan akibat pernikahan usia dini. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi hak-hak anak dan mendorong generasi muda memperoleh pendidikan yang lebih baik.
Selain itu, mahasiswa juga akan menggelar sosialisasi legislative drafting dan perancangan peraturan desa bagi perangkat desa serta unsur pemerintahan setempat. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam menyusun regulasi yang sesuai kebutuhan masyarakat dan mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.
Di bidang pemberdayaan masyarakat, panitia akan melaksanakan sosialisasi potensi lokal yang melibatkan masyarakat, pemuda desa, dan tokoh adat. Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengenali sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Gumantar secara berkelanjutan.
Mahasiswa juga akan fokus pada pengembangan sektor pariwisata desa. Program ini mencakup pendampingan promosi wisata melalui pemanfaatan media digital, pembuatan konten foto dan video, serta publikasi berbagai potensi wisata dan budaya lokal agar lebih dikenal luas.
Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemuda desa, mahasiswa berharap sektor pariwisata Gumantar dapat berkembang lebih optimal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi warga setempat.
KPS FHISIP Universitas Mataram menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai agent of change, social control, dan iron stock dalam pembangunan masyarakat. Karena itu, PBSM tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga wadah implementasi ilmu pengetahuan untuk mendorong perubahan sosial yang positif.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen yang terlibat, PBSM 2026 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan potensi lokal. Program ini juga diharapkan menjadi langkah nyata menuju terwujudnya Desa Gumantar yang lebih mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.
Penulis : Robby Firmansyah
Editor : SuluhNTB Editor










































