Mahasiswa dan Dosen Sosiologi Unram Latih Warga Sekotong Ubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Jual

Jumat, 12 September 2025 - 02:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa dan dosen Prodi  Sosiologi FHISIP Unram menggelar giat penyuluhan tentang penangan sampah bagi warga pesisir Teluk Gok Sekotong Lombok Barat, baru-baru ini.

Mahasiswa dan dosen Prodi Sosiologi FHISIP Unram menggelar giat penyuluhan tentang penangan sampah bagi warga pesisir Teluk Gok Sekotong Lombok Barat, baru-baru ini.

SULUHNTB.COM –  Persoalan sampah plastik di pesisir semakin mengkhawatirkan, terutama di wilayah Teluk Gok, Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dosen dan mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram (Unram) menggelar program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengelolaan sampah plastik agar memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung TK Teluk Gok itu menghadirkan tiga dosen, yakni Arif Nasrullah, I Dewa Made Satya Parama, dan Hafizah Awalia. Lebih dari 50 peserta lintas usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, ikut serta dalam pelatihan yang menekankan pada pemanfaatan sampah plastik menjadi produk kerajinan bernilai jual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa sekitar 3,2 juta ton sampah plastik masuk ke perairan Indonesia setiap tahun. Jumlah besar ini menimbulkan dampak signifikan: pencemaran pantai, rusaknya ekosistem terumbu karang, serta turunnya kualitas lingkungan laut.

Teluk Gok yang terletak di kawasan pesisir Sekotong Barat tidak luput dari persoalan tersebut. Setiap musim angin, tumpukan sampah kiriman kerap menghantam pantai, menurunkan keindahan alam sekaligus mengganggu aktivitas masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan pelaku wisata bahari.

Baca Juga :  KKN-PPM Melodi Aikmel: 50 Hari Pengabdian Mahasiswa UGM Menggerakkan Perubahan di Aikmel, Lombok Timur

Pelatihan Daur Ulang Sampah Plastik

Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan bagaimana memilah sampah organik dan anorganik, serta mengolah plastik bekas menjadi produk kerajinan yang dapat dijual. Dengan teknik sederhana, potongan plastik diubah menjadi tas, dompet, hingga hiasan rumah tangga.

Selain itu, warga juga diajak mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan dasar inovasi baru. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di laut, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat pesisir.

Para narasumber menekankan pentingnya pola pikir baru dalam memperlakukan sampah. “Apabila kita menjaga alam, maka alam insyaallah menjaga kita juga,” ujar salah seorang pemateri di hadapan peserta.

Selain keterampilan teknis, kegiatan pengabdian ini juga memberi edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Peserta diajak untuk aktif menjaga pantai, tidak membuang sampah sembarangan, serta mengelola sampah kiriman yang datang saat musim angin.

Langkah kecil seperti memilah sampah rumah tangga, mendaur ulang plastik, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai diyakini dapat membantu mengurangi beban pencemaran di pesisir Teluk Gok.

Baca Juga :  Prof Sukardi Menang Telak, Terpilih sebagai Rektor Unram Periode 2026–2030

Program ini merupakan bagian dari agenda tahunan pengabdian masyarakat yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram. Dukungan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat, khususnya di daerah pesisir dan kepulauan yang rentan terdampak masalah lingkungan.

“Perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan di kelas, tetapi juga wajib hadir di tengah masyarakat. Kami ingin ilmu yang kami miliki dapat dirasakan manfaatnya secara langsung,” kata salah satu dosen pendamping.

Melalui pelatihan ini, warga Teluk Gok diharapkan memiliki kesadaran dan keterampilan baru dalam mengatasi persoalan sampah plastik. Dengan memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menambah sumber penghasilan.

Inisiatif pengabdian ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa pesisir lain di Lombok Barat maupun daerah pesisir NTB secara umum. Dengan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, upaya menjaga laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan bisa berjalan beriringan. ***

 

 

 

 

Penulis : Muhamad Dicky Subagia

Editor : SuluhNTB Editor

Berita Terkait

KKN PMD Unram Edukasi Warga tentang Potensi Ekonomi Olahan Kelapa menjadi Produk VCO
Tekan Angka Pernikahan Dini, KKN Timba Gading II Universitas Mataram Sukses Gelar Sosialisasi Bahaya Merariq Kodeq
Niraya, Inovasi KKN-PMD Universitas Mataram untuk Tingkatkan Nilai Tambah Aren Desa Kekait
KKN-PPM Melodi Aikmel: 50 Hari Pengabdian Mahasiswa UGM Menggerakkan Perubahan di Aikmel, Lombok Timur
Sinergi KKN Tematik Unram dan BPOM Perkuat Program Desa Sadar Keamanan Pangan Serta Legalitas UMKM di Desa Bug-Bug
Jaga Kelestarian Bukit Pergasingan, KKN PMD Unram Gelar Aksi Clean Up Dukung SDG 11 dan SDG 15
Program KKN Universitas Mataram Dorong Pengembangan UMKM di Desa Pemenang Timur melalui Legalitas dan Pemasaran Digital
Mahasiswa KPS FHISIP Unram Sukses Laksanakan PBSM 2026 di Desa Gumantar

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:30 WIB

KKN PMD Unram Edukasi Warga tentang Potensi Ekonomi Olahan Kelapa menjadi Produk VCO

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Niraya, Inovasi KKN-PMD Universitas Mataram untuk Tingkatkan Nilai Tambah Aren Desa Kekait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:30 WIB

KKN-PPM Melodi Aikmel: 50 Hari Pengabdian Mahasiswa UGM Menggerakkan Perubahan di Aikmel, Lombok Timur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Sinergi KKN Tematik Unram dan BPOM Perkuat Program Desa Sadar Keamanan Pangan Serta Legalitas UMKM di Desa Bug-Bug

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jaga Kelestarian Bukit Pergasingan, KKN PMD Unram Gelar Aksi Clean Up Dukung SDG 11 dan SDG 15

Berita Terbaru

NARASI

Kalimantan Berasap, Pemerintah Sibuk Tiup Lilin?

Senin, 24 Agu 2026 - 12:42 WIB

INFORIAL

Pengumuman Rencana Kegiatan PT Bintang Perdana Gemilang

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:30 WIB

NARASI

Prabowo, Blunder, atau Strategi Pemetaan Barisan?

Selasa, 18 Agu 2026 - 09:11 WIB