SULUHNTB.COM – Kepala SMA Negeri 1 Masbagik, Lombok Timur, Hurman SH MPd, menegaskan komitmennya untuk menjadikan sekolah yang ia pimpin sebagai lingkungan pendidikan berprestasi, disiplin, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Ia membantah keras isu adanya kasus bullying atau perundungan di sekolah yang dipimpinnya beberapa hari terakhir.
Menurut Hurman, SMAN 1 Masbagik selama ini dikenal luas sebagai salah satu sekolah unggulan di Lombok Timur. Prestasi siswa-siswinya kerap menorehkan hasil membanggakan, baik di tingkat lokal, regional, hingga nasional. Karena itu, ia menegaskan, pihak sekolah tidak akan pernah mentolerir perilaku indisipliner, baik yang dilakukan siswa maupun guru.
“ Kami terbuka dan siap membeberkan fakta sebenarnya, bahwa kasus perundungan tidak pernah menimpa siswa kami sepanjang mereka berada di sekolah,” tegas Hurman.
Isu perundungan sendiri bermula dari kabar yang beredar di media sosial dan salah satu portal berita online di Lombok Timur.
Disebutkan, seorang paman dari siswa kelas X bernama Fatin, datang ke sekolah bersama seorang wartawan dan menyampaikan dugaan keponakannya dibully karena sering menangis di rumah. Namun setelah dilakukan home visit oleh guru Bimbingan Konseling (BK), Fatin tidak pernah mengaku mengalami perundungan, bahkan teman-teman sekelasnya menyebut mereka hanya bercanda biasa.
Hurman menyebut, munculnya kabar bullying itu menimbulkan tanda tanya besar di internal sekolah. Baginya, isu tersebut jelas merugikan citra sekolah yang justru sedang fokus membina siswa agar berprestasi dan menjaga kedisiplinan.
“ Kami sangat mendukung semua jenis kegiatan siswa, apalagi yang sudah mampu meraih juara dan mengharumkan nama baik sekolah,” tandasnya.
Hurman menegaskan , sekolah adalah rumah kedua bagi peserta didik. Karena itu, seluruh jajaran guru dan siswa harus bersama-sama memastikan lingkungan belajar tetap aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan. ***
Penulis : SN-05
Editor : SuluhNTB Editor






























