Gelombang Gen Z: Dari Media Sosial ke Jalanan, Dari Nepal Hingga Peru

Senin, 22 September 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SULUHNTB.COM – Fenomena aksi demonstrasi yang dipelopori generasi muda, atau yang kini populer disebut Gen Z, kian mencuri perhatian dunia.

Dari Nepal, Filipina, hingga Peru, linimasa media sosial penuh dengan seruan mereka untuk melawan korupsi dan kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat.

Pantauan pada 22 September 2025 menunjukkan, kekuatan Gen Z bukan hanya spanduk dan megafon, melainkan media sosial yang terbukti mampu menggerakkan ribuan massa hanya dalam hitungan jam.

“Cara unik yang dilakukan Gen Z memanfaatkan media sosial itu salah satunya sebagai alat mobilisasi,” tulis AFP dalam laporannya.

Peru: Dari Timeline ke Jalanan

Di Kota Lima, Peru, ribuan pemuda turun ke jalan pada Minggu, 21 September 2025. Mereka menuntut pemerintah menghapus praktik korupsi, mengendalikan geng kriminal, serta membatalkan aturan baru terkait dana pensiun.

Seruan awal di media sosial berubah menjadi aksi nyata di lapangan, meski berakhir ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata. Sedikitnya 18 orang terluka dan puluhan lainnya ditangkap.

Seorang pelajar berusia 18 tahun, Jonatan Esquen, menyebut aksi itu sebagai tanda kebangkitan anak muda.

“Karena orang-orang akhirnya menyadari kamu muda aktif di media sosial dan arena politik,” ujarnya.

Kekecewaan juga diungkap Xiomi Aguilar, peserta aksi yang menyebut partai politik di negaranya ibarat mafia. “Saya sangat marah, saya merasa benar-benar disesatkan oleh pemerintah ini. Dan Kongres ini yang melayani partai-partai politik,” ungkapnya.

Kericuhan juga berdampak pada jurnalis. Cesar Zamalloa, fotografer media lokal Hildebrandt En Sus Trece, mengaku terkena tembakan aparat saat meliput.

Asosiasi Jurnalis Nasional Peru (ANP) melaporkan sedikitnya enam jurnalis luka dalam kejadian tersebut.

Filipina: Massa Membludak di Manila

Tak hanya di Peru, gelombang serupa juga terjadi di Filipina. Ribuan Gen Z memadati Taman Rizal Manila dan Kuil EDSA Quezon City pada Minggu, 21 September 2025.

Mereka menolak skandal korupsi proyek pengendalian banjir. Jumlah demonstran melonjak dari 4.000 menjadi 15.000 orang hanya dalam waktu satu jam berkat seruan digital.

Namun, langkah massa menuju Istana Malacanang dihentikan polisi dengan gas air mata. Beberapa remaja juga ditangkap, menurut laporan The Manila Times.

Di tengah orasi, terdengar suara lantang mengecam pemerintah. “Korupsi membuat rakyat turun ke jalan, menyalurkan kemarahan mereka, agar pemerintah benar-benar menjalankan tugasnya,” tegas aktivis Teddy Casino.

Tokoh muda Sarah Elago menambahkan kritiknya terhadap dinasti politik. “Lima puluh tiga tahun berlalu, namun pencuri dan koruptor tetap berkuasa. Apakah Anda akan membiarkan ini?” serunya disambut pekikan “Tidak!” dari ribuan massa.

Jejak di Nepal dan Prancis

Nepal dan Prancis juga lebih dulu mengalami pola aksi serupa. Di Nepal, pemblokiran media sosial justru memantik perlawanan hingga menjatuhkan perdana menteri. Sementara di Prancis, Gen Z menjadi motor penggerak aksi menuntut perubahan politik.

Fenomena ini menegaskan bahwa media sosial bukan sekadar ruang hiburan, melainkan senjata baru bagi generasi muda untuk memobilisasi perlawanan. Namun, di balik euforia itu, setiap seruan digital yang berujung ke jalanan selalu menyisakan risiko: bentrokan, kekerasan, hingga korban jiwa.

Maka, bijak bagi generasi muda lintas negara untuk terus menjaga semangat perubahan tanpa terjebak dalam lingkaran kekerasan yang justru merugikan perjuangan mereka sendiri.***

 

Penulis : SN-01

Editor : SuluhNTB Editor

Berita Terkait

Elon Musk Kembali Taklukkan Dunia: Kekayaan Tembus Rp 8.300 Triliun, Ungguli Pendiri Oracle
Pengakuan 4 Negara Barat atas Palestina Tuai Sorotan Dunia, Netanyahu Meledak Marah
Tragedi Kapal Migran di Afrika Barat: 70 Tewas, Puluhan Hilang di Perairan Mauritania
Singapura Siap Operasikan Bus Tanpa Pengemudi di Pusat Kota pada 2026

Berita Terkait

Minggu, 5 Oktober 2025 - 21:10 WIB

Elon Musk Kembali Taklukkan Dunia: Kekayaan Tembus Rp 8.300 Triliun, Ungguli Pendiri Oracle

Senin, 22 September 2025 - 21:16 WIB

Gelombang Gen Z: Dari Media Sosial ke Jalanan, Dari Nepal Hingga Peru

Senin, 22 September 2025 - 15:31 WIB

Pengakuan 4 Negara Barat atas Palestina Tuai Sorotan Dunia, Netanyahu Meledak Marah

Senin, 1 September 2025 - 18:50 WIB

Tragedi Kapal Migran di Afrika Barat: 70 Tewas, Puluhan Hilang di Perairan Mauritania

Minggu, 16 Februari 2025 - 17:52 WIB

Singapura Siap Operasikan Bus Tanpa Pengemudi di Pusat Kota pada 2026

Berita Terbaru