Ekonomi NTB Tumbuh Positif, Neraca Perdagangan Surplus dan Inflasi Tetap Terkendali

Selasa, 4 November 2025 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULUHNTB.COM – Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, sejumlah indikator utama seperti inflasi, nilai tukar petani (NTP), perdagangan luar negeri, dan sektor pertanian menunjukkan perkembangan menggembirakan.

Data resmi tersebut dipublikasikan di Mataram, Senin (3/11/2025), mencakup tujuh indikator penting yakni inflasi, NTP, transportasi, pariwisata, ekspor-impor, serta luas panen dan produksi komoditas utama.

Kepala BPS NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M, mengungkapkan inflasi bulan Oktober 2025 tercatat sebesar 0,35 persen (month to month), sedikit lebih tinggi dari angka nasional 0,28 persen.

Menurutnya, pergerakan inflasi dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi, jasa lainnya, serta beberapa bahan pangan dan komoditas emas.

“BPS mencatat peningkatan harga terutama terjadi pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta beberapa komoditas utama seperti emas perhiasan, cabai merah, ikan layang, ikan bandeng, dan udang basah,” paparnya.

Nilai Tukar Petani Naik, Komoditas Pangan Dorong Pendapatan Warga

Selain inflasi yang terkendali, Nilai Tukar Petani (NTP) juga mengalami peningkatan 0,65 persen dibanding bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli petani yang semakin kuat, terutama akibat naiknya harga sejumlah komoditas unggulan di subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

Baca Juga :  Aktivitas Edukasi Meriahkan Roadshow Bunda PAUD NTB di TK IT Al-Irsyad Al Islamiyah, Kelurahan Rakam, Lombok Timur

“Di sektor NTP mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya, hal ini dipicu oleh sejumlah komoditas, naik di angka 0,65 persen,” tambah Wahyudin.

Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan NTP di antaranya jagung, cabai merah, gabah, tembakau, dan wortel.

Kondisi ini memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi NTB di tengah perlambatan sektor pariwisata dan transportasi.

Pariwisata dan Transportasi Alami Penurunan Musiman

Meski perekonomian NTB secara umum membaik, sektor pariwisata dan transportasi mengalami kontraksi. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2025 turun 3,13 poin menjadi 45,67 persen, sementara hotel nonbintang juga menurun 4,36 poin menjadi 33,86 persen.

“Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya jumlah tamu dan tingkat hunian kamar, meskipun tidak sepenuhnya mencerminkan penurunan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujarnya.

Penurunan serupa terjadi pada jumlah penumpang transportasi laut dan udara, baik untuk rute domestik maupun internasional.

Meski demikian, pemerintah daerah menilai tren ini bersifat sementara dan akan kembali naik menjelang musim liburan akhir tahun.

Perdagangan NTB Catat Surplus Besar, Ekspor Tembaga dan Perhiasan Mendominasi

Dari sisi perdagangan luar negeri, NTB berhasil mencatat surplus besar. Nilai ekspor pada September 2025 mencapai US$173,7 juta, didominasi komoditas perhiasan/permata (64,55%), tembaga (32,17%), serta ikan dan udang (2,85%).

Baca Juga :  Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Kunjungi NTB, Jajaki Kerja Sama Strategis Berkelanjutan

Sementara nilai impor NTB tercatat US$11,93 juta, terdiri atas barang karet (63,67%), mesin/pesawat mekanik (29,01%), dan besi baja (4,19%).

Dengan capaian itu, neraca perdagangan NTB surplus US$161,77 juta pada bulan September saja. Secara kumulatif, sepanjang 2025, total surplus mencapai US$400,31 juta.

“Pada sektor perdagangan terus mengalami peningkatan, neraca perdangan NTB sepanjang tahun 2025 mencapai US$400,31 juta,” pungkas Wahyudin.

Produksi Pertanian Meningkat, Padi Naik 16 Persen

Pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi NTB. Total luas panen padi tahun 2025 diperkirakan mencapai 322,50 ribu hektar, meningkat 14,48 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara produksi padi diproyeksikan naik 16,65 persen menjadi 1,70 juta ton.

Untuk jagung, luas panen juga bertambah 1,32 persen menjadi 176,05 ribu hektar, meskipun produksi sedikit turun 0,66 persen menjadi 1,20 juta ton (pipilan kering kadar air 14%).

Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa ekonomi NTB 2025 tetap stabil dan tangguh, dengan inflasi terkendali, perdagangan surplus besar, dan sektor pertanian produktif.

Kinerja positif ini menjadi bukti kuat bahwa strategi diversifikasi ekonomi daerah mulai membuahkan hasil. Pemerintah provinsi pun diharapkan terus menjaga stabilitas harga, meningkatkan daya saing ekspor, serta memperkuat sektor pariwisata agar pemulihan ekonomi semakin merata.***

 

 

Penulis : SN-04

Editor : SuluhaNTB Editor

Berita Terkait

Target Rasio Gini NTB 2029 Tercapai Lebih Awal pada 2025, Ini Kata Pengamat!
Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Kunjungi NTB, Jajaki Kerja Sama Strategis Berkelanjutan
Gubernur Iqbal Optimis Ekonomi NTB Bangkit Tanpa Tambang
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Dianugerahi TPAKD Award 2025 Berkat Inovasi Literasi Keuangan Daerah TPAKD Award, NTB, Literasi Keuangan
Tanggapi Isu Dana Investasi Rp70 Miliar Raib, BCA Pastikan Sistem Aman dan Transparan  
Gubernur NTB Dorong Hilirisasi dan Desa Berdaya untuk Tekan Kemiskinan
Gubernur NTB Apresiasi Kadin, Dorong Kolaborasi Ekonomi Menuju NTB Makmur Mendunia
Ekonomi NTB On The Track: Ekonom Unram Ungkap 7 Fakta Empirik Penopang Pertumbuhan. Simak Penjelasan Lengkapnya!

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 05:14 WIB

Target Rasio Gini NTB 2029 Tercapai Lebih Awal pada 2025, Ini Kata Pengamat!

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:57 WIB

Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Kunjungi NTB, Jajaki Kerja Sama Strategis Berkelanjutan

Kamis, 6 November 2025 - 13:43 WIB

Gubernur Iqbal Optimis Ekonomi NTB Bangkit Tanpa Tambang

Selasa, 4 November 2025 - 10:21 WIB

Ekonomi NTB Tumbuh Positif, Neraca Perdagangan Surplus dan Inflasi Tetap Terkendali

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 21:45 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Dianugerahi TPAKD Award 2025 Berkat Inovasi Literasi Keuangan Daerah TPAKD Award, NTB, Literasi Keuangan

Berita Terbaru