Kemiskinan Lombok Timur Turun Signifikan

Akademisi Ungkap Angka Terbaru dan Soroti Efektivitas Kebijakan

Jumat, 3 April 2026 - 03:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemiskinan Lombok Timur turun ke 13,53 persen. Akademisi nilai kebijakan pemerintah efektif tekan kesenjangan dan beban warga miskin.

Kemiskinan Lombok Timur turun ke 13,53 persen. Akademisi nilai kebijakan pemerintah efektif tekan kesenjangan dan beban warga miskin.

SULUHNTB.COM – Tren penurunan kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan angka kemiskinan terus menurun dalam tiga tahun terakhir hingga mencapai 13,53 persen pada 2025.

Capaian ini dinilai sebagai indikator keberhasilan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah.

Rektor Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITSKes) Muhammadiyah Selong, Dr. Drs. H. Moh. Juhad, M.AP, menyampaikan bahwa kemiskinan secara umum merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasar, baik makanan maupun non-makanan, yang diukur berdasarkan garis kemiskinan.

Ia menjelaskan bahwa indikator utama dalam menentukan status penduduk miskin adalah tingkat pengeluaran per kapita setiap bulan. Masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dikategorikan sebagai kelompok miskin secara ekonomi.

Menurut Juhad, data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat yang dirilis pada 30 Oktober 2025 menunjukkan tren positif di Lombok Timur. Dalam kurun waktu tiga tahun, angka kemiskinan mengalami penurunan yang cukup konsisten.

“Dalam RPJMD Lombok Timur 2025-2029 tingkat kemiskinan yang ditargetkan berada pada rentang 13,18 hingga 13,75 persen. Artinya tingkat kemiskinan telah mencapai target,” ungkapnya.

Baca Juga :  Plt Camat Keruak Siap Dukung Optimalisasi PAD Kabupaten Lombok Timur

Ia merinci bahwa pada tahun 2023, tingkat kemiskinan di Lombok Timur masih berada di angka 15,63 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 14,51 persen pada 2024, dan kembali menurun hingga 13,53 persen pada 2025.

Penurunan ini dinilai tidak hanya sekadar angka statistik, tetapi juga mencerminkan adanya perbaikan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Indikator Lain Tunjukkan Perbaikan Signifikan

Selain tingkat kemiskinan, Juhad juga menyoroti dua indikator penting lainnya yang digunakan untuk mengukur kualitas kemiskinan, yakni Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan.

Indeks Kedalaman Kemiskinan menggambarkan rata-rata jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan mengukur tingkat ketimpangan pengeluaran di antara kelompok masyarakat miskin.

“Berdasarkan data yang dirilis BPS NTB pada 30 Oktober 2025 Indeks Kedalam Kemiskinan Lombok Timur turun dari 3,570 pada tahun 2023 menjadi 2,660 pada tahun 2024 dan 2,456 pada tahun 2025.Sedangkan, Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 1,160 pada tahun 2023 menjadi 0,770 pada tahun 2024 dan 0,614 pada tahun 2025,” jelasnya.

Baca Juga :  Pj. Bupati Lombok Timur Apresiasi Ponpes Maraqitta’limat, Dorong Peningkatan IPM melalui Pendidikan

Penurunan kedua indeks tersebut menunjukkan bahwa tidak hanya jumlah penduduk miskin yang berkurang, tetapi juga kesenjangan ekonomi di antara mereka semakin mengecil. Artinya, beban ekonomi yang ditanggung oleh kelompok miskin relatif semakin ringan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Efektivitas Kebijakan Jadi Kunci

Juhad menilai capaian ini tidak terlepas dari berbagai program dan kebijakan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa tren positif ini merupakan bukti bahwa kebijakan penanggulangan kemiskinan berjalan efektif.

Menurutnya, berbagai intervensi pemerintah, baik dalam bentuk bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, maupun peningkatan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Pemerintah daerah dinilai mampu mengidentifikasi kelompok sasaran secara tepat, sehingga program yang dijalankan lebih efektif dan efisien.

Selain itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, juga berperan dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan di daerah tersebut.***

Penulis : SN-01

Editor : SuluhNTB Editor

Berita Terkait

Gubernur NTB Tinjau Langsung Jalan dan Jembatan Prioritas di Sumbawa
Semangat Tajdid dan Pemerdayaan: 100 Muslimah Hadiri Kajian Muhammadiyah-’Asyiyah di Masjid Raya Palapa
Ada Apa Pemprov NTB Genjot Perbaikan Jalan Pototano–Seteluk dan Pohgading–Tanjung Geres?
Fakta Terbaru: Kecelakaan Bus Rombongan Nakes RSBS Jember di Jalur Bromo, 8 Tewas dan 44 Luka-Luka
Tingkatkan Sportifitas dan Kreativitas Guru, PGRI KLU Gelar Porsenijar
Muhammad Reza Dilantik Sebagai Ketua Majelis Muda Mentaram. Orasi Perdana Sampaikan Agenda Utama!
Mantan Bupati Lotim Ali BD Sentil  Bupati Pati dan  Bongkar Cara Membangun Daerah Tanpa Naikkan Pajak dan Berutang
KLA 2025: Lombok Barat Sabet Kategori Nindya, Ungguli Daerah Lain di NTB

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 03:30 WIB

Kemiskinan Lombok Timur Turun Signifikan

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:59 WIB

Gubernur NTB Tinjau Langsung Jalan dan Jembatan Prioritas di Sumbawa

Senin, 29 September 2025 - 09:04 WIB

Semangat Tajdid dan Pemerdayaan: 100 Muslimah Hadiri Kajian Muhammadiyah-’Asyiyah di Masjid Raya Palapa

Rabu, 24 September 2025 - 23:19 WIB

Ada Apa Pemprov NTB Genjot Perbaikan Jalan Pototano–Seteluk dan Pohgading–Tanjung Geres?

Selasa, 16 September 2025 - 21:19 WIB

Fakta Terbaru: Kecelakaan Bus Rombongan Nakes RSBS Jember di Jalur Bromo, 8 Tewas dan 44 Luka-Luka

Berita Terbaru

Kemiskinan Lombok Timur turun ke 13,53 persen. Akademisi nilai kebijakan pemerintah efektif tekan kesenjangan dan beban warga miskin.

LINTAS DAERAH

Kemiskinan Lombok Timur Turun Signifikan

Jumat, 3 Apr 2026 - 03:30 WIB