NARASI: Menjemput UNRAM Unggul Global, Visi Progresif Prof Muhamad Ali Menuju Indonesia Emas 2045

Penulis : Muhamad Dicky Subagia (Mahasiswa FHISIP Universitas Mataram

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Senat Terbuka Universitas Mataram (UNRAM) pada Kamis, 11 Desember 2025, menjadi momentum akademik yang penting dan reflektif dalam perjalanan institusi pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.

Dalam forum terhormat dan intelektual tersebut, Prof. Muhamad Ali, S. Pt., M. Si., Ph.D. menyampaikan visi dan misi sebagai bakal calon Rektor Universitas Mataram periode 2026-2030 dengan gagasan besar yaitu menjadikan Universitas Mataram sebagai Perguruan Tinggi unggul dan berdaya saing global. Gagasan tersebut tidak hanya ambisius, tetapi juga terukur, kontekstual, dan berpijak pada tantangan nyata pendidikan tinggi abad ke-21.

Rapat senat terbuka Universitas Mataram (Unram) dalam rangka penyampaian visi dan misi bakal calon rektor periode 2026-2030 bukan sekadar agenda seremonial akademik.

Forum ini merupakan ruang refleksi strategis untuk menentukan arah perguruan tinggi di tengah disrupsi global pendidikan tinggi, kompetisi reputasi internasional, serta tuntutan kontribusi nyata universitas terhadap pembangunan nasional. Dalam konteks inilah, visi dan misi yang disampaikan oleh Prof. Muhamad Ali, S.Pt., M.Si., Ph.D. tampil sebagai tawaran kepemimpinan yang visioner, sistematis, dan berjangka panjang.

Visi yang diusung oleh Prof Muhamad Ali yaitu “menjadikan Universitas Mataram sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global” tidak berdiri sebagai jargon normatif, melainkan diletakkan dalam kerangka transformasi institusional yang terukur.

Visi ini dipertegas melalui misinya yaitu mewujudkan Universitas Mataram yang inklusif, adaptif, berdampak, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045, sebuah kesadaran bahwa universitas tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi ilmu, tetapi juga sebagai lokomotif pembangunan sosial, ekonomi, dan peradaban.

Visi ini memiliki bobot strategis yang kuat. Di tengah kompetisi global antar perguruan tinggi, internasionalisasi pendidikan, serta tuntutan kontribusi nyata universitas terhadap pembangunan nasional, UNRAM dituntut untuk keluar dari zona nyaman sebagai universitas regional dan bertransformasi menjadi aktor global yang berakar kuat pada konteks lokal. Dalam kerangka itulah, visi Prof. Muhamad Ali menemukan relevansi dan urgensinya.

Visi Global yang Berangkat dari Kesadaran Kontekstual

Keunggulan utama dari visi Prof. Muhamad Ali terletak pada kesadarannya bahwa daya saing global tidak identik dengan meniru universitas besar dunia secara mentah. Sebaliknya, daya saing harus dibangun melalui identitas, keunikan, dan keunggulan kontekstual Universitas Mataram.

UNRAM memiliki posisi strategis sebagai perguruan tinggi negeri di wilayah kepulauan, dengan tantangan dan potensi yang berbeda dari universitas di pusat-pusat metropolitan.

Dalam perspektif ini, visi “perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global” bukanlah jargon kosong, melainkan ajakan untuk menempatkan UNRAM sebagai pusat keilmuan, riset, dan inovasi yang mampu berdialog dengan dunia, sekaligus menjawab persoalan nyata masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Indonesia secara luas.

Misi Inklusif, Adaptif, dan Berdampak: Universitas untuk Semua

Visi tersebut diterjemahkan Prof. Muhamad Ali ke dalam misi mewujudkan Universitas Mataram yang inklusif, adaptif, berdampak, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.

Rumusan misi ini patut diapresiasi karena mencerminkan pemahaman komprehensif tentang peran perguruan tinggi modern.

Pertama, inklusivitas menegaskan bahwa UNRAM tidak boleh menjadi institusi elitis yang hanya dapat diakses oleh segelintir kelompok. Pendidikan tinggi harus membuka ruang yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa mengorbankan mutu akademik. Dalam konteks ketimpangan akses pendidikan di kawasan timur Indonesia, misi ini memiliki makna sosial dan moral yang mendalam.

Kedua, adaptivitas menunjukkan kesadaran akan cepatnya perubahan zaman. Disrupsi teknologi, perubahan pasar kerja, serta dinamika global menuntut universitas untuk gesit, fleksibel, dan inovatif. Universitas yang tidak adaptif akan tertinggal, tidak relevan, dan kehilangan kepercayaan publik.

Ketiga, berdampak, menjadi kata kunci penting yang membedakan universitas masa depan dari universitas masa lalu. Perguruan tinggi tidak lagi cukup diukur dari jumlah lulusan atau publikasi, tetapi dari sejauh mana kehadirannya dirasakan oleh masyarakat.

Dalam konteks ini, UNRAM diarahkan untuk menjadi universitas yang hadir, solutif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.

Keempat, berdaya saing global, menjadi penutup sekaligus pengikat seluruh misi. Daya saing global hanya mungkin tercapai jika inklusivitas, adaptivitas, dan dampak sosial berjalan secara simultan dan konsisten.

Menuju Indonesia Emas 2045: Peran Strategis Universitas Mataram

Mengaitkan visi dan misi UNRAM dengan agenda besar Indonesia Emas 2045 merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Indonesia Emas bukan sekadar slogan peringatan satu abad kemerdekaan, melainkan cita-cita kolektif untuk membangun bangsa yang maju, berdaulat, dan berkeadilan.

Dalam kerangka tersebut, universitas memiliki peran sentral sebagai produsen pengetahuan, pencetak sumber daya manusia unggul, serta inkubator inovasi.

Prof. Muhamad Ali secara implisit menempatkan Universitas Mataram sebagai bagian dari mesin utama pembangunan nasional. Ini adalah visi yang ambisius, tetapi sekaligus realistis jika ditopang oleh tata kelola yang kuat, kepemimpinan kolegial, dan partisipasi aktif seluruh sivitas akademika.

Dengan visi menjadikan Universitas Mataram sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global, Prof. Muhamad Ali menawarkan sebuah lompatan paradigma yaitu UNRAM tidak lagi ditempatkan semata sebagai universitas regional, tetapi sebagai institusi akademik yang mampu berkompetisi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam percaturan global tanpa tercerabut dari akar lokal dan tanggung jawab sosialnya.

Akselerasi Daya Saing Global: UNRAM dan Diplomasi Akademik Kepulauan

Program prioritas pertama, Akselerasi Daya Saing Global, menjadi fondasi utama dari keseluruhan visi Prof. Muhamad Ali. Gagasan merintis Global Alliance for Island University patut diapresiasi sebagai terobosan strategis yang jarang disentuh secara serius oleh perguruan tinggi di luar pusat-pusat metropolitan.

Baca Juga :  “Kasus Ijazah: Dari Toga ke Tersangka”

Sebagai universitas yang berada di wilayah kepulauan, UNRAM memiliki posisi epistemik dan geografis yang kuat untuk memimpin diskursus global tentang isu-isu kepulauan, kelautan, perubahan iklim, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Penguatan kemitraan global, branding UNRAM, optimasi standar layanan pembelajaran, pengembangan SDM berbasis diferensiasi kompetensi, serta standarisasi sarana dan prasarana menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak dipahami secara sempit sebagai kerja sama simbolik.

Namun demikian, tantangan kritisnya adalah memastikan bahwa daya saing global dibangun di atas kualitas substantif, bukan sekadar pencitraan institusional.

Transformasi Smart and Sustainable Campus: Menjawab Disrupsi dan Krisis Lingkungan

Program prioritas kedua, Transformasi Smart and Sustainable Campus, mencerminkan kesadaran Prof. Muhamad Ali terhadap dua arus besar yang sedang mengubah wajah pendidikan tinggi yaitu disrupsi digital dan krisis ekologis.

Penguatan literasi digital dan transformasi kampus digital menjadi prasyarat mutlak bagi universitas yang ingin tetap relevan di era kecerdasan buatan dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Lebih dari itu, penguatan lembaga dan infrastruktur, inovasi pembelajaran, serta restorasi kampus hijau menegaskan bahwa modernisasi UNRAM tidak diarahkan pada teknologi semata, melainkan pada keberlanjutan.

Pendekatan ini menunjukkan pemahaman bahwa universitas masa depan harus menjadi smart campus sekaligus green campus. Tantangan implementatifnya adalah membangun konsistensi kebijakan agar transformasi ini menjadi budaya institusional, bukan proyek jangka pendek.

Kampus Berdampak: Universitas yang Hadir dan Relevan

Program ketiga, Kampus Berdampak, merupakan inti etis dari visi Prof. Muhamad Ali. Rekonstruksi konsep UNRAM Berdampak menempatkan universitas sebagai aktor perubahan sosial, bukan sekadar produsen ijazah dan publikasi ilmiah.

Upaya meningkatkan akses, mutu, dan relevansi pendidikan tinggi, disertai akselerasi studi tepat waktu, menunjukkan keberpihakan nyata kepada mahasiswa.

Inisiatif mobile clinic dan konsorsium kampus berdampak memperluas makna pengabdian kepada masyarakat ke arah yang lebih sistemik dan berkelanjutan.

Sementara itu, pembukaan program studi dan fakultas strategis mulai dari S3 Kedokteran, S2 Kedokteran dan Biomedis, berbagai program PPDS (Penyakit Dalam, Patologi Klinik dan Anatomi, Radiologi, Mata), hingga program vokasi pertambangan, digital bisnis, rekayasa tata kelola air terpadu, dan teknologi rekayasa konstruksi bangunan menunjukkan keberanian membaca kebutuhan masa depan.

Rencana pembentukan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Farmasi (pasca dibukanya moratorium) mempertegas orientasi UNRAM sebagai pusat keilmuan yang relevan dengan tantangan regional dan nasional. Tantangan kritisnya terletak pada kesiapan SDM, infrastruktur, dan tata kelola agar ekspansi akademik ini tidak mengorbankan mutu.

Membangun Academic Milieu: Jiwa dari Universitas Unggul

Keunggulan universitas tidak hanya diukur dari jumlah gedung atau program studi, tetapi dari academic milieu yang hidup dan produktif. Program prioritas keempat menempatkan penguatan budaya ilmiah, peningkatan kesejahteraan sivitas akademika, serta penguatan kepemimpinan dan organisasi mahasiswa sebagai elemen kunci.

Transformasi budaya dan tata kelola kampus menuju standar global, disertai internasionalisasi prestasi mahasiswa, menunjukkan bahwa Prof. Muhamad Ali memahami pentingnya ekosistem akademik yang adil, kompetitif, dan kolaboratif.

Kritik konstruktif yang perlu diajukan adalah perlunya mekanisme konkret agar transformasi budaya ini benar-benar dirasakan hingga level paling bawah sivitas akademika.

Kampus InnoPreneur: Menjembatani Akademik dan Dunia Nyata

Program prioritas kelima, Kampus InnoPreneur, menegaskan orientasi UNRAM sebagai universitas inovatif dan mandiri. Pembentukan UNRAM Innovation Center, penguatan kewirausahaan dan inovasi mahasiswa, integrasi hard skills dan soft skills, serta penguatan sumber income generating menunjukkan upaya serius menjawab tantangan kemandirian finansial perguruan tinggi.

Optimalisasi peran alumni menjadi poin penting yang sering terabaikan dalam tata kelola universitas. Dalam visi Prof. Muhamad Ali, alumni diposisikan sebagai mitra strategis dalam pengembangan jejaring, inovasi, dan keberlanjutan institusi. Sebuah pendekatan yang selaras dengan praktik universitas unggul dunia.

Milestone Pembangunan: Globalisasi yang Berangkat dari Sejarah

Salah satu kekuatan utama gagasan Prof. Muhamad Ali adalah konsistensinya dalam membaca sejarah perkembangan Universitas Mataram.

Milestone yang disusun menunjukkan kesinambungan kebijakan yang berbasis capaian nyata. Periode 2011-2015 diarahkan pada standarisasi nasional Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menjadi fondasi penguatan daya saing Unram di tingkat nasional. Fase ini penting untuk membangun tata kelola, mutu pembelajaran, serta produktivitas akademik.

Tahap berikutnya, 2016-2020, menandai standarisasi Asia dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai upaya menempatkan Unram dalam ekosistem pendidikan tinggi regional. Periode 2021-2025 kemudian diarahkan pada internasionalisasi Unram, yang menjadi prasyarat menuju reputasi global. Ketiga fase ini menunjukkan bahwa globalisasi tidak dimaknai sebagai loncatan instan, tetapi sebagai proses evolutif yang terencana.

Memasuki periode 2026-2030, Prof. Muhamad Ali menawarkan fase globalisasi Universitas Mataram, dengan indikator yang jelas dan terukur yaitu 65% program studi unggul, 35% hasil riset diterapkan oleh stakeholder, serta peningkatan posisi Unram dalam pemeringkatan internasional seperti QS dan THE mulai dari QS AUR (401+), WUR (801+), Sustainability (801+), hingga pengakuan sebagai recognized island-based university, serta 75% program studi unggul. Target ini menunjukkan keberanian sekaligus realisme kebijakan.

Lebih jauh, roadmap jangka panjang hingga 2036-2040 dan 2041-2045 memperlihatkan konsistensi visi. Target 85% program studi unggul, 50% riset terapan, 50% program studi terakreditasi internasional, serta peningkatan peringkat QS dan THE hingga kategori universitas kelas dunia, menempatkan Unram sebagai best island-based university in Indonesia dan pada akhirnya sebagai globally competitive university.

Di tengah kompleksitas persoalan perguruan tinggi, mulai dari tuntutan relevansi lulusan, produktivitas riset, hingga akuntabilitas tata kelola.

Baca Juga :  NARASI: Wakil Wali Kota Surabaya Diusulkan Dicopot, Di Persimpangan Etika Pejabat, Akurasi Informasi, dan Sensitivitas Sosial

Prof. Muhamad Ali menawarkan sebuah kerangka pembangunan Unram yang sistemik, transformatif, dan berdampak, yang bertumpu pada lima pilar utama yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta informasi, perencanaan dan kerja sama.

Pendidikan: Menegaskan Identitas Keunggulan Akademik Unram

Pada pilar pendidikan, Prof. Muhamad Ali secara tegas menempatkan penguatan implementasi kurikulum sebagai fondasi utama.

Penekanan pada mata kuliah penciri keunggulan merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi, karena menunjukkan keberpihakan pada identitas keilmuan Unram yang kontekstual dengan kebutuhan daerah dan nasional.

Dalam perspektif ilmiah, kebijakan ini mencerminkan pendekatan outcome-based education yang tidak berhenti pada pemenuhan administratif kurikulum, melainkan menekankan relevansi, kekhasan, dan daya saing lulusan.

Lebih jauh, gagasan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana (sarpras) menjadi bukti bahwa Prof. Muhamad Ali memahami relasi erat antara kualitas dosen, tenaga kependidikan, dan lingkungan belajar dengan mutu akademik.

Pembangunan pendidikan, dalam pandangannya, tidak bersifat parsial, melainkan ekosistemik, sebuah pendekatan yang selaras dengan prinsip continuous quality improvement dalam pendidikan tinggi modern.

Penelitian: Dari Produktivitas ke Dampak Nyata

Dalam pilar penelitian, Prof. Muhamad Ali menawarkan paradigma yang progresif melalui refokus riset berdampak dan penguatan ekosistem penelitian. Ini merupakan kritik implisit terhadap praktik penelitian yang selama ini cenderung berorientasi pada kuantitas luaran semata.

Dengan mendorong riset berdampak, Unram diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya terpublikasi, tetapi juga berkontribusi nyata pada pemecahan persoalan masyarakat, daerah, dan bangsa.

Pendekatan ekosistem riset yang disampaikan mencerminkan pemahaman mendalam tentang pentingnya kolaborasi, dukungan kelembagaan, serta kesinambungan riset lintas disiplin. Strategi ini layak dipuji karena berpotensi mengangkat posisi Unram sebagai pusat pengetahuan yang relevan dan berpengaruh, bukan sekadar institusi penghasil laporan akademik.

Pengabdian kepada Masyarakat: Dari Seremonial ke Transformasi Sosial

Pada aspek pengabdian kepada masyarakat, Prof. Muhamad Ali menegaskan komitmen terhadap pengabdian berdampak.

Gagasan ini mengandung kritik akademik terhadap pola pengabdian yang bersifat seremonial dan jangka pendek. Dalam visi yang ditawarkan, pengabdian diposisikan sebagai instrumen transformasi sosial yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan kebutuhan riil masyarakat.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat tridharma integratif, di mana pendidikan dan penelitian tidak terpisah dari realitas sosial. Jika diimplementasikan secara konsisten, pengabdian berdampak akan memperkuat legitimasi sosial Unram sebagai universitas publik yang hadir dan bekerja bersama masyarakat.

Tata Kelola: Sinergi Transdisipliner dan Optimalisasi Sarpras

Pilar tata kelola menjadi salah satu kekuatan utama dalam paparan Prof. Muhamad Ali. Gagasan sinergi transdisipliner antar fakultas menunjukkan visi kepemimpinan yang inklusif dan melampaui sekat-sekat struktural. Dalam konteks universitas modern, sinergi lintas disiplin merupakan prasyarat inovasi dan efektivitas kelembagaan.

Selain itu, optimalisasi sarana dan prasarana dipahami tidak sekadar sebagai pembangunan fisik, tetapi sebagai upaya meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kualitas layanan akademik. Pendekatan ini mencerminkan orientasi tata kelola yang rasional, berbasis data, dan berkelanjutan.

Informasi, Perencanaan, dan Kerja Sama: Membangun Kemitraan Strategis Berdampak

Pada pilar terakhir, Prof. Muhamad Ali menekankan pentingnya kemitraan strategis berdampak. Dalam era globalisasi pendidikan tinggi, kerja sama bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan strategis.

Penekanan pada dampak menunjukkan bahwa kerja sama yang dibangun tidak bersifat simbolik, tetapi diarahkan pada peningkatan mutu tridharma, penguatan reputasi institusi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan.

Integrasi informasi dan perencanaan yang matang menjadi fondasi bagi pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), sebuah prinsip tata kelola yang semakin relevan di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik.

Catatan Kritis: Visi Besar Memerlukan Konsistensi Implementasi

Sebagai sebuah visi kepemimpinan, gagasan Prof. Muhamad Ali layak mendapat pujian atas kelengkapan konseptual dan relevansi strategisnya. Namun, kritik konstruktif tetap diperlukan agar visi ini tidak berhenti pada tataran normatif.

Tantangan terbesar terletak pada konsistensi implementasi, pengelolaan perubahan organisasi, serta kemampuan merangkul seluruh elemen kampus dalam satu gerak bersama.

Transformasi menuju universitas unggul dan berdaya saing global membutuhkan keberanian mengambil keputusan, ketegasan dalam tata kelola, dan komitmen pada prinsip transparansi serta akuntabilitas. Tanpa itu, visi sebesar apa pun berisiko tereduksi menjadi dokumen administratif semata.

Visi Besar: Harapan Baru bagi Universitas Mataram

Pada akhirnya, penyampaian visi dan misi Prof. Muhamad Ali dalam Rapat Senat Terbuka Universitas Mataram 11 Desember 2025 menghadirkan harapan baru bagi masa depan UNRAM. Visi global yang berpijak pada nilai inklusivitas, adaptivitas, dan dampak sosial menunjukkan arah kepemimpinan akademik yang matang dan visioner.

Universitas Mataram kini berada di persimpangan sejarah bahwa apakah akan berjalan biasa-biasa saja, atau melangkah berani menjadi universitas unggul yang diperhitungkan di tingkat global.

Dalam konteks tersebut, visi Prof. Muhamad Ali patut dibaca sebagai peta jalan intelektual menuju UNRAM yang lebih maju, relevan, dan bermartabat. Hal ini sejalan dengan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Secara keseluruhan, visi dan lima program prioritas Prof. Muhamad Ali mencerminkan kepemimpinan akademik yang matang, progresif, dan berorientasi masa depan.

Pujian patut diberikan atas keberanian menyusun agenda besar yang mengintegrasikan daya saing global, transformasi digital, keberlanjutan, dampak sosial, dan kewirausahaan.

Dalam konteks itulah, gagasan Prof Muhamad Ali layak dibaca bukan sekadar sebagai janji kepemimpinan, melainkan sebagai peta jalan transformasi Universitas Mataram menuju kampus yang unggul, berdampak, dan bermartabat. ***

Penulis : Muhamad Dicky Subagia

Editor : SuluhNTB Editor

Berita Terkait

NARASI: Wakil Wali Kota Surabaya Diusulkan Dicopot, Di Persimpangan Etika Pejabat, Akurasi Informasi, dan Sensitivitas Sosial
NARASI: Ketika Humor Kehabisan Argumen
NARASI: Transparansi Seleksi KPID Kalbar dan Hak Publik untuk Tahu
Skandal“PROFESOR KEMASAN”: Saat Ilmu Pengetahuan Disajikan dengan Harga Eceran 1,5 Miliar
Terimakasih Prof Ali
Membaca Visi Global Prof Muhamad Ali: Rektor Masa Depan yang Menjawab Tantangan Transformasi Universitas Mataram
Prof. Ali dan Cerita ‘Kuda Hitam’ di Panggung Suksesi Rektor Unram
“Kasus Ijazah: Dari Toga ke Tersangka”

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:53 WIB

NARASI: Wakil Wali Kota Surabaya Diusulkan Dicopot, Di Persimpangan Etika Pejabat, Akurasi Informasi, dan Sensitivitas Sosial

Senin, 5 Januari 2026 - 18:51 WIB

NARASI: Ketika Humor Kehabisan Argumen

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:18 WIB

NARASI: Transparansi Seleksi KPID Kalbar dan Hak Publik untuk Tahu

Minggu, 14 Desember 2025 - 20:35 WIB

NARASI: Menjemput UNRAM Unggul Global, Visi Progresif Prof Muhamad Ali Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 2 Desember 2025 - 16:01 WIB

Skandal“PROFESOR KEMASAN”: Saat Ilmu Pengetahuan Disajikan dengan Harga Eceran 1,5 Miliar

Berita Terbaru

NASIONAL

Presiden Tegas Dukung NTB–NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028

Senin, 12 Jan 2026 - 19:13 WIB

NASIONAL

Wali Kota Mataram Terima Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Sabtu, 10 Jan 2026 - 10:45 WIB