Relawan NTB Bergerak Cepat di Aceh Utara, 600 Paket Bantuan Kemanusiaan Disalurkan untuk Penyintas Bencana

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan NTB menyalurkan 600 paket bantuan dan layanan kesehatan bagi penyintas bencana di Aceh Utara. (foto: diskominfotik NTB)

Relawan NTB menyalurkan 600 paket bantuan dan layanan kesehatan bagi penyintas bencana di Aceh Utara. (foto: diskominfotik NTB)

SULUHNTB.COM – Bantuan kemanusiaan Aceh kembali mengalir dari berbagai daerah. Tim Relawan Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan aksi nyata solidaritas nasional dengan menyalurkan bantuan bagi penyintas bencana di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (27/12/2025).

Kehadiran relawan NTB di wilayah terdampak menjadi bagian penting dari upaya pemulihan awal pascabencana yang hingga kini masih menyisakan berbagai persoalan mendasar bagi masyarakat setempat.

Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan fasilitas Puskesmas yang sebelumnya sempat terdampak cukup parah namun kini kembali difungsikan.

Lokasi ini dijadikan pusat kegiatan layanan kesehatan dan logistik karena dinilai paling strategis untuk menjangkau warga sekitar.

Dalam kondisi keterbatasan sarana dan prasarana, relawan tetap berupaya memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Ketua Tim Relawan Tanggap Bencana Dinas Sosial NTB, Lalu Madahan, menjelaskan bahwa sebagian besar logistik yang disalurkan berasal dari Dinas Sosial Aceh yang menghimpun bantuan dari berbagai sumber donasi.

Bantuan tersebut kemudian dipercayakan kepada tim relawan NTB untuk didistribusikan ke titik-titik yang telah ditetapkan berdasarkan kebutuhan lapangan.

“Selain droping barang kebutuhan, Tagana NTB juga mengerjakan pemasangan filter air, perbaikan mesin air dan kebutuhan dapur umum”, jelasnya seperti dilansir dari siaran pers Diskominfotik NTB yang diterima SULUHNTB.COM, Sabtu (27/12/2025).

Selain fokus pada distribusi logistik, relawan juga melakukan intervensi darurat pada fasilitas pendukung kehidupan warga. Penyediaan air bersih menjadi prioritas utama mengingat terbatasnya akses air layak konsumsi pascabencana.

Baca Juga :  Mahfud MD Nilai Sikap KPK Soal Kasus Whoosh Tidak Lazim, Siap Dipanggil untuk Beri Penjelasan

Upaya perbaikan mesin air dan pemasangan filter diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit serta menunjang aktivitas dapur umum bagi warga terdampak.

Adapun rincian bantuan yang diterima relawan Tagana Dinas Sosial NTB dari Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Aceh terbilang cukup lengkap.

Bantuan tersebut meliputi perlengkapan ibadah untuk pria dan wanita, perlengkapan sekolah, pakaian anak dan dewasa, serta perlengkapan mandi dengan total 600 paket.

Selain itu, terdapat pula kasur sebanyak 10 unit, penjernih air 2 unit, Kid Ware 10 unit, Family Kit 10 lembar, tenda gulung 5 lembar, serta selimut sebanyak 10 lembar.

Madahan menuturkan bahwa hingga saat ini distribusi bantuan tersebut baru terealisasi sekitar separuh dari total logistik yang tersedia.

Relawan NTB sedang melakukan pencatatan jenis bantuan yang akan disalurkan kepada warga korban banjir di Aceh (foto: diskominfotik NTB)

Penyaluran dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan kondisi warga di sekitar Puskesmas.

Langkah ini diambil agar bantuan dapat menjangkau kelompok paling rentan terlebih dahulu, termasuk anak-anak, lansia, dan warga dengan kondisi kesehatan khusus.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, tim relawan NTB juga membawa obat-obatan serta alat kesehatan vital dalam jumlah terbatas.

Keterbatasan logistik medis menjadi tantangan tersendiri, namun tidak menyurutkan semangat tim untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak.

Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Tim NTB sehingga dapat terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan sekaligus membantu proses revitalisasi Puskesmas yang mengalami kerusakan paling parah di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Ribuan Ormas Islam Demo Komdigi dan KPI, Komika Pandji Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Kehadiran relawan medis menjadi harapan baru bagi warga yang selama beberapa waktu mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar.

NTB sendiri mengirimkan dua tim relawan dengan total 11 personel, termasuk dua orang dokter yang hingga kini masih bertugas di lapangan.

Mereka bekerja dalam situasi pascabencana yang serba terbatas, baik dari sisi logistik maupun fasilitas standar penanganan bencana. Meski demikian, koordinasi dengan pihak setempat terus dilakukan agar pelayanan dapat berjalan optimal.

“Masih jauh dari pemulihan. Saat ini distribusi bantuan bagi masyarakat kami prioritaskan di sekitar Puskesmas”, tuturnya.

Dari hasil pantauan lapangan, kerusakan akibat bencana di wilayah tersebut memang belum sepenuhnya tertangani. Sejumlah infrastruktur dasar masih membutuhkan perbaikan lanjutan.

Oleh karena itu, tim relawan NTB memutuskan untuk tetap memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan sebagai kebutuhan paling mendesak, sembari bersiaga membantu berbagai bentuk kedaruratan lain yang mungkin muncul.

Kehadiran relawan NTB di Aceh Utara menjadi bukti nyata bahwa solidaritas antarwilayah masih terjaga kuat. Di tengah keterbatasan, sinergi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Bantuan kemanusiaan Aceh yang terus mengalir diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus menjadi fondasi awal menuju pemulihan yang lebih menyeluruh. ***

Penulis : SN-05

Editor : Suluh NTB Editor

Sumber Berita: siaran pers Diskominfotik NTB

Berita Terkait

Presiden Tegas Dukung NTB–NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028
Wali Kota Mataram Terima Anugerah Kebudayaan PWI 2026
Ribuan Ormas Islam Demo Komdigi dan KPI, Komika Pandji Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Pemprov NTB Segera Salurkan Bantuan Rp3 Miliar dan  30 Relawan Medis untuk Korban Banjir Sumatera
Kongres IX STN : Ingatkan bahaya “Serakahnomics” dan dampaknya bagi Petani-Nelayan
Rp13 Triliun dari Hasil Korupsi Dikonversi untuk Pendidikan, Prabowo: Kita Investasikan untuk Masa Depan Bangsa
Mahfud MD Nilai Sikap KPK Soal Kasus Whoosh Tidak Lazim, Siap Dipanggil untuk Beri Penjelasan
Raut Pilu Franka Franklin di Tengah Sidang Praperadilan Nadiem Makarim: Anak-anak Tiap Hari Tanyakan Sang Ayah

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 19:13 WIB

Presiden Tegas Dukung NTB–NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028

Sabtu, 10 Januari 2026 - 10:45 WIB

Wali Kota Mataram Terima Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:18 WIB

Relawan NTB Bergerak Cepat di Aceh Utara, 600 Paket Bantuan Kemanusiaan Disalurkan untuk Penyintas Bencana

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:00 WIB

Pemprov NTB Segera Salurkan Bantuan Rp3 Miliar dan  30 Relawan Medis untuk Korban Banjir Sumatera

Sabtu, 15 November 2025 - 20:34 WIB

Kongres IX STN : Ingatkan bahaya “Serakahnomics” dan dampaknya bagi Petani-Nelayan

Berita Terbaru

NASIONAL

Presiden Tegas Dukung NTB–NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028

Senin, 12 Jan 2026 - 19:13 WIB

NASIONAL

Wali Kota Mataram Terima Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Sabtu, 10 Jan 2026 - 10:45 WIB