SULUHNTB.COM — Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memerintahkan jajaran BPBD, Dinas Sosial, Baznas NTB, serta Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten8 Lombok Tengah pada Selasa malam (13/1/2026).
Di Lombok Barat, banjir terjadi di Kecamatan Sekotong, Desa Persiapan Pengantap, dengan dampak 570 KK atau 1.711 jiwa terdampak, dan kondisi banjir dilaporkan belum surut.
Sementara di Lombok Tengah, banjir terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya meliputi Desa Montong Ajang dan Desa Kabul, serta update lokasi terdampak bertambah di Kecamatan Praya Barat, Desa Selong Belanak.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 23.00 WITA, di Desa Montong Ajang tercatat 50 KK terdampak dengan 50 unit rumah terendam, sedangkan di Desa Kabul terdapat 250 KK terdampak dengan 250 unit rumah terendam. Pendataan di Selong Belanak masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.
Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa Gubernur Miq Iqbal menekankan penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur, dengan prioritas utama keselamatan masyarakat agar tidak ada korban Jiwa.
“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan, serta semua upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan,” tegasnya.
Dr. Aka menjelaskan, langkah awal yang telah dilakukan adalah koordinasi intensif antara BPBD Provinsi NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, termasuk pelaksanaan assessment langsung ke lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan.
Personel TRC-PB, unsur TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan respons lapangan berjalan cepat dan terkendali.
Kepala BPBD Provinsi NTB Sadimin terus melaporkan perkembangan terkini di lapangan, termasuk kondisi banjir yang belum surut dan kebutuhan mendesak warga.
Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Masyhuri bersama Baznas NTB juga melaporkan kesiapan dukungan logistik dan penyaluran bantuan, sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Hamzi Fikri memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana prasarana penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir.
Pemprov NTB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama kebutuhan mendesak seperti terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak. “Personel BPBD, Tagana, dan tenaga kesehatan diperintahkan untuk siaga penuh.
Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa Gubernur Miq Iqbal menekankan penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur, dengan prioritas utama keselamatan masyarakat agar tidak ada korban jiwa.
“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan, serta semua upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan,” tegasnya.
Dr. Aka menjelaskan, langkah awal yang telah dilakukan adalah koordinasi intensif antara BPBD Provinsi NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, termasuk pelaksanaan assessment langsung ke lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan. Personel TRC-PB, unsur TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan respons lapangan.
Lebih lanjut, Dr. Aka juga mengatakan bahwa berdasarkan laporan terbaru dari BPBD Provinsi NTB, terdapat satu orang korban jiwa akibat banjir di Lombok Barat.
“Dilaporkan oleh BPBD, korban meninggal dunia adalah seorang warga bernama Ibu NR,berusia 69 tahun, yang berasal dari Sekotong,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Hamzi Fikri memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana prasarana penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir.
Pemprov NTB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama kebutuhan mendesak seperti terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak.
“Personel BPBD, Tagana, dan tenaga kesehatan diperintahkan untuk siaga penuh. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik, dan keselamatan warga menjadi yang utama,” pungkas Aka.
Kepala BPBD Provinsi NTB Sadimin terus melaporkan perkembangan terkini di lapangan, termasuk kondisi banjir yang belum surut dan kebutuhan mendesak warga. Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Masyhuri bersama Baznas NTB juga melaporkan kesiapan dukungan logistik dan penyaluran bantuan. (*)
Penulis : SN-07
Editor : SuluhNTB Editor
Sumber Berita: siaran pers Diskominfotik NTB






























