Anggota DPR: Pemda di NTB Tak Perlu Khawatir soal Efisiensi Anggaran

Kamis, 13 Februari 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muazzim Akbar

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muazzim Akbar

SULUHNTB.COM- Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muazzim Akbar meminta pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota di wilayah itu agar tidak khawatir terkait dengan kebijakan pemerintah pusat seiring keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.

“Jadi perlu saya sampaikan kepada teman-teman kepala daerah, baik itu gubernur, bupati maupun wali kota agar tidak usah khawatir soal pemotongan anggaran dana transfer pusat sampai 50 persen itu,” kata Muazzim di Mataram, Rabu.

Hal ini disampaikan Muazzim Akbar setelah mendengar kalangan aparat sipil negara (ASN) di daerah yang terlihat khawatir dengan kebijakan efisiensi anggaran tersebut, terutama soal isu pemotongan dana transfer pusat ke daerah.

Ia mengatakan kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat tersebut bukan pemotongan anggaran transfer ke daerah, tetapi sifatnya ditunda dulu untuk direalisasikan atau digunakan. Dalam artian bahwa langkah efisiensi anggaran tersebut merupakan langkah yang perlu disikapi secara positif.

“Ini penting saya sampaikan bahwa bukan dipotong, tetapi ditunda. Artinya, anggaran ini di blokir dulu, terutama proyek-proyek fisik yang dianggap tidak mendesak agar ditunda dulu pelaksanaannya. Langkah ini juga dilakukan untuk menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) karena harus tersedia uangnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Aktivis, OKP, dan Mahasiswa Padati Diskusi Jumat Mengugat PW Ansor yang Mengurai Dana Siluman di DPRD NTB

Muazzim meyakini dalam perjalanannya nanti dievaluasi oleh Kementerian Keuangan, dan anggaran yang diblokir itu akan dibuka kembali pada waktunya jika memang hasil evaluasinya, bahwa anggaran tersebut sangat dibutuhkan.

“Nanti tetap dikembalikan kepada kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah, sesuai kebutuhan. Setelah itu nanti Pak Presiden bersama Menkeu akan melihat ada prioritas anggaran untuk kepentingan rakyat, pasti akan dibuka berapa persen dulu. Jadi bukan dipotong, karena itu mari semua bersabar saja dulu,” katanya.***

Berita Terkait

Mi6 Nilai Oke Wiredarme Figur Muda Progresif untuk Demokrat NTB  
Bidik Anak Muda, PSI Mataram Perkuat Struktur hingga 50 Kelurahan
10 Pimpinan Travel Diperiksa KPK Terkait Dugaan Jual Beli Kuota Haji, Sinyal Penetapan Tersangka Makin Menguat
Ahmad Amrullah: Pemkab Lombok Timur Lalai, Pembahasan KUA-PPAS APBD 2026 Molor
Aktivis, OKP, dan Mahasiswa Padati Diskusi Jumat Mengugat PW Ansor yang Mengurai Dana Siluman di DPRD NTB
Ada yang Gentayangan Ajukan Islah terkait Bagi Uang Siluman di DPRD NTB, TGH Najamuddin Menolak Tegas
TGH Najamudin Mustafa Ungkap Kronologi Bagi-bagi Uang Siluman di DPRD NTB, Tegaskan Pimpinan Tidak Terlibat
PDI Perjuangan Laporkan Ketua DPRD Lombok Timur ke Badan Kehormatan Imbas Anggotanya Tak Dilibatkan Bahas Raperda

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:18 WIB

Mi6 Nilai Oke Wiredarme Figur Muda Progresif untuk Demokrat NTB  

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

Bidik Anak Muda, PSI Mataram Perkuat Struktur hingga 50 Kelurahan

Senin, 17 November 2025 - 17:05 WIB

10 Pimpinan Travel Diperiksa KPK Terkait Dugaan Jual Beli Kuota Haji, Sinyal Penetapan Tersangka Makin Menguat

Jumat, 7 November 2025 - 11:53 WIB

Ahmad Amrullah: Pemkab Lombok Timur Lalai, Pembahasan KUA-PPAS APBD 2026 Molor

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:03 WIB

Aktivis, OKP, dan Mahasiswa Padati Diskusi Jumat Mengugat PW Ansor yang Mengurai Dana Siluman di DPRD NTB

Berita Terbaru

NARASI

Rupiah Lemah, Indonesia Bisa Maju?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:57 WIB

NARASI

Bangkitlah Indonesia, atau Sekadar Ramai di Media Sosial?

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:54 WIB