Lebih Dekat dengan Adriyan Wahyudi: Ketua HMI Komisariat Lafran Pane Unram

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SULUHNTB.COM – Adriyan Wahyudi merupakan representasi kader muda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tumbuh dari basis komunitas hingga gelanggang intelektual kampus.

Lahir di Ampenan, Lombok, pada 27 Agustus 2004, Adriyan dikenal sebagai sosok aktivis mahasiswa yang konsisten memadukan nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian sosial dalam setiap peran kepemimpinannya.

Pada 2026, ia dipercaya menakhodai HMI Komisariat Lafran Pane Universitas Mataram (Unram), di tengah tantangan krisis lingkungan dan disrupsi digital yang kian kompleks.

Riwayat Hidup dan Latar Belakang

Adriyan berasal dari lingkungan masyarakat urban-pesisir Ampenan yang kental dengan tradisi keagamaan dan kebudayaan lokal.

Sejak remaja, ia telah akrab dengan aktivitas sosial-keagamaan di lingkungannya. Minatnya pada dunia baca-tulis, olahraga, serta seni tradisional Gendang Beleq membentuk karakter yang seimbang antara intelektual, fisik, dan kultural.

Keterlibatannya sebagai pegiat Gendang Beleq di Grup Raden Nune Ampenan menunjukkan komitmennya dalam merawat identitas budaya Lombok sebagai bagian dari praksis sosial.

Riwayat Pendidikan

Pendidikan formal Adriyan dimulai di SDN 9 Ampenan, dilanjutkan ke SMPN 3 Mataram dan SMAN 7 Mataram.

Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Universitas Mataram dan tercatat sebagai mahasiswa Program Studi S1 Sosiologi, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP).

Hingga 2026, Adriyan berada pada semester enam. Latar belakang akademik sosiologi membekalinya dengan kerangka berpikir kritis dalam membaca persoalan masyarakat, relasi kekuasaan, serta dinamika perubahan sosial di tingkat lokal maupun nasional.

Baca Juga :  Erick Thohir Menpora Baru di Era Presiden Prabowo

Pengalaman Organisasi

Jejak organisasi Adriyan dimulai dari akar komunitas. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Remaja Mushola Baiturrahman di Lingkungan Kebun Jeruk Baru, Ampenan.

Dari ruang kecil inilah kepemimpinan moral-religiusnya terbentuk, dengan orientasi pada pengabdian, solidaritas sosial, dan penguatan nilai keislaman.

Memasuki dunia kampus, Adriyan aktif di organisasi kemahasiswaan internal.

Ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Luar Negeri BEM Universitas Mataram, kemudian melanjutkan peran strategis sebagai Menteri Luar Negeri BEM Unram periode 2025–sekarang.

Dalam posisi ini, ia berperan memperkuat jejaring antarlembaga mahasiswa, diplomasi organisasi, serta komunikasi eksternal kampus.

Di ranah organisasi eksternal, Adriyan berproses di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Ia pernah menjabat Ketua Bidang Pembinaan dan Pengkaderan Anggota (PPPA) HMI Komisariat Lafran Pane, sebuah bidang vital bagi keberlanjutan organisasi.

Adriyan telah mengikuti Latihan Kader I (LK I) di HMI Komisariat Tarbiyah UIN Mataram serta Latihan Kader II (LK II) di HMI Cabang Malang.

Akumulasi pengalaman kaderisasi dan kepemimpinan tersebut mengantarkannya terpilih sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Lafran Pane Universitas Mataram.

Baca Juga :  Ahmad Ikliludin: Sang Pendobrak, Mengusung Visi Kepemimpinan Kolektif Kolegial untuk PWI NTB Berkualitas

Visi Besar sebagai Ketua

Sebagai ketua baru, Adriyan membawa visi menjadikan HMI Komisariat Lafran Pane sebagai gerakan intelektual Islam yang responsif terhadap isu-isu kontemporer.

Ia menaruh perhatian besar pada krisis lingkungan yang melanda berbagai wilayah Indonesia, yang menurutnya merupakan dampak dari kejahatan lingkungan sistematis dan kegagalan tata kelola pembangunan.

Berlandaskan prinsip khalifah fil ardhi, Adriyan mendorong HMI mengambil peran aktif dalam advokasi lingkungan melalui kajian kritis, pendidikan kader, dan aksi sosial berbasis pengetahuan.

Di sisi lain, ia menempatkan Latihan Kader I (LK I) sebagai agenda strategis di era digital.

Bagi Adriyan, LK I bukan sekadar orientasi organisasi, melainkan proses pembentukan karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan kader.

Ia mendorong penyesuaian materi kaderisasi dengan konteks zaman—seperti literasi media, etika berinternet, dan pemanfaatan teknologi untuk dakwah serta advokasi—tanpa meninggalkan esensi ideologis Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI.

Dengan latar akademik sosiologi, pengalaman organisasi yang berjenjang, serta kepedulian pada isu lingkungan dan kaderisasi, Adriyan Wahyudi memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin muda HMI yang berupaya mengintegrasikan Islam, ilmu pengetahuan, dan keindonesiaan.

Cita-citanya menjadi pemikir dan penulis yang berkontribusi bagi terwujudnya masyarakat adil dan makmur menjadi arah etik dalam kepemimpinannya di HMI Komisariat Lafran Pane Universitas Mataram. ***

Penulis : Muhamad Dicky Wahyudi

Editor : Suluh NTB Editor

Berita Terkait

Erick Thohir Menpora Baru di Era Presiden Prabowo
Lebih Dekat dengan Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan yang Gantikan Sri Mulyani
Ahmad Ikliludin: Sang Pendobrak, Mengusung Visi Kepemimpinan Kolektif Kolegial untuk PWI NTB Berkualitas

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:30 WIB

Lebih Dekat dengan Adriyan Wahyudi: Ketua HMI Komisariat Lafran Pane Unram

Rabu, 17 September 2025 - 22:50 WIB

Erick Thohir Menpora Baru di Era Presiden Prabowo

Selasa, 16 September 2025 - 21:09 WIB

Lebih Dekat dengan Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan yang Gantikan Sri Mulyani

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 10:53 WIB

Ahmad Ikliludin: Sang Pendobrak, Mengusung Visi Kepemimpinan Kolektif Kolegial untuk PWI NTB Berkualitas

Berita Terbaru

NASIONAL

Presiden Tegas Dukung NTB–NTT Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028

Senin, 12 Jan 2026 - 19:13 WIB

NASIONAL

Wali Kota Mataram Terima Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Sabtu, 10 Jan 2026 - 10:45 WIB