Home / NTB

Pemprov NTB Luruskan Isu Kereta Gantung Rinjani: Masih Tahap Kajian, Suara Publik Jadi Penentu

Jumat, 15 Agustus 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kominfotik NTB H Yusron Hadi ST MUM

Kepala Dinas Kominfotik NTB H Yusron Hadi ST MUM

 

 

SULUHNTB.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) akhirnya angkat bicara terkait wacana pembangunan kereta gantung menuju kawasan wisata Gunung Rinjani yang kembali ramai dibicarakan publik.

Melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, H. Yusron Hadi, ST., MUM, Pemprov menegaskan bahwa proyek ini masih dalam tahap awal kajian, belum ada keputusan final, dan keberterimaan masyarakat menjadi faktor penentu sebelum melangkah lebih jauh.

“Penting bagi kami meluruskan informasi ini agar publik tidak hanya mendengar dari satu pihak, yakni pihak pengusul. Proyek ini baru sebatas usulan, dan proses kajian akan melibatkan semua aspek, termasuk suara masyarakat,” kata Yusron, Jumat (15/8/2025).

Pertemuan dengan Investor

Menurut Yusron, benar bahwa Gubernur NTB menerima kunjungan pihak investor yang berkeinginan membangun kereta gantung untuk akses wisata Rinjani.

Pertemuan itu dihadiri pula oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Pariwisata, dan dirinya selaku Kepala Dinas Kominfotik.

Dalam audiensi tersebut, investor memaparkan gambaran awal proyek yang mereka usulkan, mulai dari teknis pembangunan, rencana operasional, hingga proyeksi dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.

“Yang perlu dicatat, usulan proyek ini sebenarnya sudah ada sebelum Gubernur dan Wakil Gubernur yang sekarang menjabat. Baru kali ini beliau mendapatkan penjelasan langsung dari pengusul,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik

Yusron menekankan, Gubernur tidak ingin melihat proyek hanya dari sisi teknis atau potensi ekonomi semata. Ada faktor-faktor nonteknis yang justru dinilai lebih krusial, seperti dampak lingkungan, pengaruh sosial, pertimbangan budaya, dan nilai-nilai filosofis yang telah melekat pada masyarakat Lombok tentang Rinjani.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran, PON NTB-NTT 2028 Terancam

“Bapak Gubernur menegaskan kepada investor bahwa Rinjani bukan sekadar entitas gunung. Rinjani adalah jantung dan akar dari pulau Lombok. Pesan-pesan nonteknis ini sangat kuat dan tidak bisa diabaikan,” tegasnya.

Koordinasi dengan Pusat dan Daerah

Sejalan dengan itu, Pemprov NTB akan aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), terkait proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang sedang berjalan.

Koordinasi juga akan dilakukan secara intensif dengan pemerintah kabupaten, mengingat Rinjani berada di lintas wilayah administrasi.

“Semua aspek yang terdampak akan kami sampaikan kepada kementerian terkait. Prinsipnya, keberterimaan semua pihak menjadi prioritas sebelum ada langkah lebih lanjut,” kata Yusron.

Riwayat Wacana Kereta Gantung Rinjani

Rencana pembangunan kereta gantung Rinjani bukan isu baru. Wacana ini pertama kali mencuat sekitar satu dekade lalu, namun menuai pro-kontra di kalangan masyarakat dan pemerhati lingkungan.

Sebagian pihak mendukung dengan alasan pengembangan pariwisata dan kemudahan akses bagi wisatawan, sementara pihak lain menolak karena khawatir terhadap kerusakan ekosistem dan hilangnya nilai spiritual Rinjani.

Gunung Rinjani sendiri merupakan taman nasional yang diakui UNESCO sebagai bagian dari Global Geopark Network. Status ini menegaskan pentingnya menjaga kelestarian kawasan, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai situs konservasi dan budaya.

Respons Publik dan Tantangan Sosial

Isu kereta gantung selalu memicu respons beragam. Aktivis lingkungan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur besar di kawasan pegunungan rawan memicu deforestasi, mengganggu habitat satwa, dan mengubah bentang alam secara permanen.

Baca Juga :  FPTI NTB, Laskar Sasak, Pojok NTB dan BEM UNW Mataram Kembali Salurkan Bantuan Kepada Korban Terdampak Banjir di Mataram

Mereka juga mengingatkan adanya potensi konflik sosial jika masyarakat adat dan penduduk sekitar tidak dilibatkan dalam proses perencanaan.

Di sisi lain, pelaku industri pariwisata melihat peluang dari proyek ini untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik. Dengan akses yang lebih mudah, wisata ke Rinjani bisa terbuka bagi kelompok usia yang selama ini kesulitan mendaki jalur tradisional.

Pemprov NTB menyadari adanya tarik-menarik kepentingan tersebut. Oleh karena itu, Gubernur menekankan pentingnya proses dialog terbuka, partisipatif, dan transparan sebelum mengambil keputusan final.

Proses Amdal Jadi Penentu

Proses Amdal yang sedang berjalan di Kementerian LHK akan menjadi kunci apakah proyek ini bisa dilanjutkan atau tidak. Kajian ini akan memetakan semua potensi dampak, baik positif maupun negatif, terhadap lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.

“Tidak hanya hasil kajian teknis, tetapi juga keberterimaan masyarakat yang akan menjadi pertimbangan utama. Kami tidak ingin proyek ini justru menimbulkan perpecahan atau kerusakan yang sulit diperbaiki,” kata Yusron.

Menimbang Masa Depan Rinjani

Gunung Rinjani bukan hanya ikon pariwisata NTB, tetapi juga sumber air, pusat spiritual, dan bagian dari identitas masyarakat Lombok. Pembangunan apapun di kawasan ini akan selalu menyentuh dimensi yang lebih luas daripada sekadar investasi ekonomi.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Pemprov NTB memastikan bahwa wacana kereta gantung masih dalam tahap kajian mendalam, dan setiap keputusan akan diambil secara hati-hati.

“Rinjani adalah warisan alam dan budaya. Menjaganya berarti menjaga masa depan Lombok,” pungkas Yusron.***

Penulis : SN-01

Editor : Editor SuluhNTB

Berita Terkait

Lepas Atribut Pejabat di Gawe Sosial Masbagik, Gubernur Iqbal: Saya Datang Sebagai Keluarga
Gubernur Pimpin Ratas hingga Malam: BTT Siap Percepat Penanganan Kerusakan Pascabencana
Gubernur NTB Perintahkan Penanganan Cepat Banjir di Lombok Barat dan Lombok Tengah
Saat Warga Miskin Ekstreme Desa Malaka Curhat Kepada Gubernur Iqbal
Pemprov NTB Gelar Tasyukuran Dinobatkannya Sultan Muhammad Salahuddin Sebagai Pahlawan Nasional
Lelang Jabatan Eselon 3 Pemprov NTB Diminati 416 Peserta, Kadis Kominfotik Beberkan Mekanisme Seleksi!
Kolaborasi Bali, NTB, dan NTT Siap Jadi Penggerak Ekonomi Baru Kawasan Timur Indonesia
Sumbawa Barat Jadi Daerah Paling Cepat Tekan Stunting di NTB. Ternyata ini Rahasianya!

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:45 WIB

Lepas Atribut Pejabat di Gawe Sosial Masbagik, Gubernur Iqbal: Saya Datang Sebagai Keluarga

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:06 WIB

Gubernur Pimpin Ratas hingga Malam: BTT Siap Percepat Penanganan Kerusakan Pascabencana

Rabu, 14 Januari 2026 - 05:49 WIB

Gubernur NTB Perintahkan Penanganan Cepat Banjir di Lombok Barat dan Lombok Tengah

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:37 WIB

Saat Warga Miskin Ekstreme Desa Malaka Curhat Kepada Gubernur Iqbal

Senin, 17 November 2025 - 23:16 WIB

Pemprov NTB Gelar Tasyukuran Dinobatkannya Sultan Muhammad Salahuddin Sebagai Pahlawan Nasional

Berita Terbaru