SULUHNTB.COM – Malam Selasa, 25 Maret 2025, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi bisu ledakan kegembiraan yang tak hanya menggema di dalam tribun, tetapi juga meluber hingga ke luar arena.
Kemenangan tipis 1-0 Tim Nasional Indonesia atas Bahrain dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia memicu euforia luar biasa, menyatukan ribuan suporter dengan personel TNI dan Polri yang bertugas mengamankan pertandingan.
Di Plaza Barat GBK, batas antara tugas dan sukacita seolah sirna, saat para petugas keamanan turut larut dalam sorak-sorai bersama warga.
Pemandangan di luar stadion malam itu tak biasa. Personel TNI dan Polri, yang sejak pagi telah bersiaga ketat, melepas sejenak kewaspadaan mereka.
Duduk bersila di antara suporter, mereka menatap layar lebar dengan penuh harap. Ada yang memegang kepala saat peluang emas Tim Garuda nyaris tercipta, ada pula yang melompat kegirangan ketika Ole Romeny memecah kebuntuan di menit ke-24 lewat gol tunggalnya.
Sorak-sorai pecah, tangan-tangan saling bertos, dan teriakan “Indonesia! Indonesia!” menggema tanpa henti. Tak peduli apakah mereka saling mengenal atau tidak, malam itu mereka adalah satu—bersatu dalam kebahagiaan.
“Ini lebih dari sekadar pertandingan. Ini soal harapan kita semua,” ujar seorang suporter, Budi, yang duduk di samping seorang polisi berpangkat brigadir. Sang brigadir, yang enggan disebut namanya, hanya tersenyum sambil mengangguk, matanya tak lepas dari layar.
Ketika peluit panjang berbunyi, tanda kemenangan Indonesia tersegel, Plaza Barat berubah menjadi lautan kegembiraan.
Ada yang memeluk teman di sampingnya, ada pula yang mengabadikan momen dengan ponsel, sementara petugas keamanan ikut bersorak, beberapa di antaranya bahkan terlihat mengacungkan jempol ke arah kerumunan.
Euforia ini bukan tanpa alasan. Laga melawan Bahrain adalah pertarungan hidup-mati bagi Timnas Indonesia untuk menjaga asa lolos ke putaran berikutnya menuju Piala Dunia 2026.
Gol dari Ole Romeny, yang lahir dari umpan cerdas Marselino Ferdinan, bukan hanya tiga poin di klasemen, tetapi juga suntikan semangat bagi jutaan pendukung Garuda di seluruh negeri.
Di klasemen Grup C, Indonesia kini bertengger di posisi keempat dengan 9 poin dari 8 laga, menjaga peluang untuk melaju ke putaran keempat.
Di balik kemeriahan itu, ada kerja keras yang tak terlihat. Sebanyak 2.700 personel gabungan TNI dan Polri telah disebar di berbagai titik sekitar GBK sejak pagi hari.
Mereka mengawal ketat jalannya pertandingan, memastikan keamanan puluhan ribu penonton yang memadati stadion dan area sekitarnya.
Namun, malam itu, tugas mereka tak hanya soal pengamanan—mereka juga menjadi bagian dari sejarah kecil yang tercipta di lapangan hijau.
Kemenangan ini bukan akhir perjalanan. Timnas Indonesia masih memiliki dua laga krusial di depan mata. Pada 5 Juni 2025, mereka akan menjamu China kembali di SUGBK, sebelum bertandang ke markas Jepang pada 10 Juni 2025.
Dua pertandingan yang akan menentukan apakah mimpi besar Indonesia untuk tampil di Piala Dunia pertama kalinya bisa menjadi kenyataan.
Di luar stadion, ketika lampu-lampu GBK mulai redup dan suporter berangsur pulang, sisa-sisa euforia masih terasa. Seorang anggota TNI yang bertugas di pintu keluar tersenyum lebar sambil berkata, “Malam ini kita menang bareng, ya?” Bagi warga, TNI, dan Polri yang hadir malam itu, kemenangan atas Bahrain bukan sekadar skor—ini adalah cerita tentang kebersamaan, harapan, dan semangat yang tak pernah padam. ***
Penulis : SN-07
Editor : SuluhNTB Editor