Pemda KLU Utarakan Capaian Prestasi 2019

by
Foto: red/suluhntb.com

Tanjung, suluhntb.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Pemda KLU) terus berikhtiar menciptakan program terobosan guna mengoptimalkan layanan terhadap masyarakat dan kemajuan daerah. Dari serangkaian program yang telah dilakukan, Pemda KLU meretas ketimpangan gender yang tercatat paling tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Terutama pada aspek ekonomi dan pendidikan.

Inspektur Inspektorat KLU Zaenal Idrus, SH., saat siaran pers yang diadakan Humas dan Protokol Setda KLU (19/12/2019) menyatakan bahwa layanan publik sudah mengalami peningkatan dari penilaian ombudsman. Selain itu pula, telah lima tahun berturut-turut (2013-2018) meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sebelumnya hanya meraih Wajar Dengan Pengecualian. Tahun 2019 diraih pula WTP.

Lebih lanjut diutarakannya, Pemda KLU berupaya meningkatkan layanan publik dari sisi Kematangan Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan, Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintahan, penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan dan survei kepuasan masyarakat yang berkategori baik. Kendati ada beberapa kendala dan hambatan yang terus dievaluasi.

Adapun Sekretaris Bappeda KLU, Yuni Kartika Maesarah, S.Pt., menyampaikan ketimpangan tidak lepas dari mindset yang ada pada masyarakat. Sebab itu, Bappeda Lombok Utara membuat perencanaan menaikkan beberapa indikator. Seperti hadirnya sekolah perempuan, bantuan pendampingan dan pelatihan budidaya Udang Vannamei untuk kesejahteraan kaum perempuan.

“Ikhtiar dilakukan hingga memberdayakan masyarakat perempuan dalam pengembangan madu dan kemiri,” jelasnya.

Sementara pada tataran pengentasan kemiskinan, dirinya menyebut rentang tahun 2010-2018, indikator menunjukkan perbaikan yang signifikan. Misalnya pada penurunan kemiskinan, selama sembilan tahun kemiskinan turun rata-rata 1,9 persen per tahun atau turun menjadi 29,03 persen.

“Pada indikator Indeks Pembangunan Manusia, capaian sembilan tahun KLU tertinggi di NTB dengan raihan 7,7 poin. Lebih tinggi dari rerata NTB dengan 6,14 poin. Peningkatan IPM naik dari 56,14 menjadi 63,88 poin,” paparnya.

Mantan Kabid Sosbud Bappeda KLU itu menekankan, perihal mengatasi persoalan di Lombok Utara perlu lompatan pemikiran yang tak biasa. Artinya, setiap OPD mesti mampu berpikir kreatif dengan gagasan menerjemahkan visi misi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Lombok Utara.

Pada tempat yang sama, Kabag Humas Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas, M.A., menyampaikan sejumlah torehan penghargaan Pemda KLU yang di peroleh dari tingkat provinsi hingga nasional berkat ikhtiar berbagai program unggulan daerah.

“Sedikitnya, ada tujuh penghargaan nasional pada tahun 2019 ini, termasuk penghargaan Jaring Pekat dan Saber DO dari Pemerintah Provinsi NTB,” tuturnya.

Penghargaan yang telah diraih, lanjutnya, meliputi kategori Best Leader Supporting Public Relation and Communication, kategori Terpopuler di Media Online atas eksposur terbanyak. Selanjutnya, Kepala Daerah Inovatif tahun 2019, Penghargaan Pendukung Moderasi Beragama dan Pembina Bahasa dan Sastra serta Juara I kategori Pembina Program Pendampingan Kebun Kakao. (srj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *